REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah berolahraga atau bekerja seharian, mandi dan keramas pada malam hari sering menjadi pilihan untuk mengembalikan kesegaran tubuh. Sayangnya, tidak sedikit orang yang kemudian langsung tidur saat rambutnya masih basah.
Dokter spesialis dermatologi dr Sowmya Nachukuri mengatakan kebiasaan tidur dengan rambut yang belum kering sebaiknya tidak dijadikan rutinitas. Pasalnya hal itu dapat memicu berbagai gangguan pada kulit kepala.
Baca Juga
Cara Mengatasi Gangguan Tidur Menjelang Menstruasi
Manfaat Minum Air Putih Dingin Setelah Bangun Tidur
Pedangdut Anisa Bahar Kesal Lirik Lagu 'Gapapa' Diubah Jadi Mesum
Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, tidur dengan rambut basah membuat kulit kepala menjadi lembab dalam waktu yang lama. Kondisi itu menjadi media yang ideal bagi pertumbuhan jamur dan berbagai mikroba.
Namun, jika kondisi lembap berlangsung terus-menerus, mikroorganisme tersebut dapat berkembang lebih banyak hingga akhirnya menimbulkan berbagai masalah pada kulit kepala, seperti rasa gatal dan kulit kepala yang menjadi kering, kata dr Nachukuri seperti dikutip dari Hindustan Times, Ahad (12/7/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Keramas (ilustrasi). - (www.freepik.com.)
Selain itu, kebiasaan tersebut juga dapat membuat kulit kepala terasa lebih berminyak. Menurut dr Nachukuri, kondisi ini merupakan keluhan yang cukup sering ditemui pada sejumlah pasien yang datang ke kliniknya.
Tidak hanya mempengaruhi kesehatan kulit kepala, tidur dengan rambut basah juga dapat berdampak terhadap kekuatan batang rambut. Dokter Nachukuri menyebut rambut yang berada dalam kondisi basah menjadi lebih rentan mengalami kerusakan karena udara menyebabkan batang rambut membengkak atau mengembang.
Dalam kondisi tersebut, rambut menjadi lebih lemah dibandingkan saat kering. Risiko kerusakan semakin meningkat akibat gerakan tubuh yang terjadi tanpa disadari selama tidur.
Rambut rontok ketika disisir (ilustrasi). - (Dok. Freepik)
Komentar (0)