Menara Eiffel dan Museum di Prancis Tutup Lebih Awal akibat Gelombang Panas Ekstrem

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Menara Eiffel dan sejumlah museum terkenal di Prancis menutup operasionalnya lebih awal pada akhir pekan ini, menyusul gelombang panas ekstrem yang melanda negara tersebut.

Melansir laporan Le Monde, pada Sabtu (11/7/2026), seperempat wilayah daratan utama Prancis berada dalam status peringatan panas tertinggi. Ini menjadi gelombang panas ketiga yang melanda Prancis sejak Mei.

Operator Menara Eiffel menyatakan, ikon wisata setinggi 324 meter itu “secara khusus” ditutup lebih awal pada Sabtu dan Minggu (12/7/2026) pukul 16.00 waktu setempat, karena suhu tinggi yang diperkirakan masih terjadi.

Biasanya, Menara Eiffel tetap buka hingga lewat tengah malam pada musim liburan. Destinasi wisata tersebut setiap tahun dikunjungi sekitar tujuh juta wisatawan.

Langkah serupa juga diambil dua museum terkenal di Paris, yakni Museum Louvre dan Musée d’Orsay. Louvre, yang dikenal sebagai museum paling banyak dikunjungi di dunia, mengumumkan penutupan lebih awal pada pukul 16.00 mulai, Jumat hingga Senin (10-13/7/2026).

Sementara Musée d’Orsay juga menutup operasional lebih cepat pada pukul 17.00 mulai Sabtu hingga, Rabu (15/7/2026), karena cuaca panas ekstrem.

Layanan cuaca nasional Prancis, Météo-France, menetapkan 24 departemen dalam status peringatan panas tertinggi pada Sabtu. Selain itu, 59 dari 96 departemen di daratan utama Prancis berada dalam peringatan oranye, satu tingkat di bawah level tertinggi.

Kondisi ini terjadi ketika banyak warga mulai bepergian menggunakan kereta maupun kendaraan pribadi, menjelang akhir pekan libur panjang sebelum Hari Nasional Prancis atau Bastille Day pada 14 Juli.

Di berbagai daerah, sejumlah kota juga membatalkan pesta kembang api Bastille Day karena meningkatnya risiko kebakaran dan kondisi lahan yang kering. Apalagi seorang pejabat Prancis mengatakan, kebakaran hutan sepanjang tahun ini telah menghanguskan lahan dua kali lebih luas dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, Emmanuel Macron Presiden Prancis meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Ia mengingatkan, sebagian besar kebakaran dipicu aktivitas manusia.

“Satu detik kelengahan dapat membahayakan keluarga, mengancam mereka yang melindungi kita, dan menghancurkan pedesaan kita,” tulis Macron di platform X.

Prancis menghadapi gelombang panas ketiga sejak Mei. Gelombang panas pada Juni bahkan memecahkan rekor suhu di negara tersebut. Berdasarkan data resmi, lebih dari 2.000 kematian berlebih tercatat selama gelombang panas pada Juni. Sementara pada periode suhu tinggi akhir Mei, tercatat sekitar 300 kematian berlebih.

Pemerintah Prancis juga mendapat kritik karena dinilai tidak siap menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Para ilmuwan mengaitkan peningkatan frekuensi cuaca ekstrem dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia. (bil/iss)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Airlangga Beberkan Strategi RI Jadi Magnet Investasi di Tengah Gejolak Global, Dubes dan Kadin Pegang Peran Kunci
• 3 jam lalu
0
thumb
Masih Ingat Ferdy Sambo? Begini Kabarnya Sekarang
• 7 jam lalu
0
thumb
Prabowo Ingatkan Praktik Korupsi Harus Dihentikan
• 2 jam lalu
0
thumb
Menjadi Utuh: Perempuan yang Bahagia Melalui Mimpi dan Pertumbuhan Diri
• 17 jam lalu
0
thumb
Maia Estianty Sukses Turunkan Berat Badan, Ibunda El Rumi Bagikan Tips Diet Tanpa Suplemen
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.