Pantau - Pameran FIFA Museum bertajuk "Unidad - The World's Game" di Freedom Tower, Miami, Amerika Serikat, menghadirkan berbagai koleksi sejarah sepak bola dunia, termasuk jersei tim nasional Indonesia, foto, instalasi, memorabilia, dan replika trofi Jules Rimet, selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Pengunjung Disuguhi Koleksi Bersejarah dari Seluruh DuniaManajer Komunikasi FIFA Museum Patrick Tobler mengatakan pameran tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman yang mengesankan bagi para pengunjung.
"Melihat pameran di museum ini akan membuatmu merinding," ujar Patrick Tobler.
Pameran digelar di dua lantai Freedom Tower dan dibuka setiap hari selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.
Di lantai pertama, pengunjung disambut layar interaktif yang menghadirkan kuis pengetahuan tentang Piala Dunia yang dapat dimainkan oleh empat orang secara bersamaan.
Pada area yang sama juga tersedia perangkat virtual reality (VR) serta foto-foto sejarah persiapan Piala Dunia pertama di Uruguay pada 1930.
Pengunjung kemudian memasuki area instalasi warna-warni yang menampilkan jersei kandang milik seluruh 211 federasi anggota FIFA.
Jersei Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) turut dipamerkan dan ditempatkan pada kelompok jersei berwarna merah sejajar dengan jersei Belgia dan Mesir.
Di depan koleksi tersebut tersedia layar interaktif yang menampilkan profil singkat setiap federasi beserta pencapaiannya di Piala Dunia.
Lantai pertama juga memamerkan berbagai bola resmi Piala Dunia sejak 1930, peralatan pendukung pertandingan termasuk alat komunikasi wasit, serta miniatur satelit Telstar 1 yang menjadi inspirasi desain bola resmi Piala Dunia 1970 di Meksiko.
Sebagai tuan rumah pameran, Miami juga mendapat ruang khusus yang menampilkan sejarah perkembangan sepak bola di Amerika Serikat sejak pertengahan abad ke-19, termasuk trofi North American Soccer League (NASL) 1977 yang diraih Pele dan jersei Inter Miami milik Lionel Messi.
Replika Trofi Jules Rimet Jadi Daya TarikPengunjung menuju lantai dua melalui tangga yang dihiasi foto ikonik Pele saat mengangkat trofi Jules Rimet setelah Brasil menjuarai Piala Dunia 1970.
Lantai dua menampilkan sejarah Piala Dunia dari 1930 hingga 2022 melalui jersei asli tim-tim juara dunia.
Sejumlah koleksi bersejarah yang dipamerkan antara lain jersei kapten Uruguay Jose Nasazzi dari Piala Dunia 1930 dan jersei Diego Maradona saat membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1986.
Di depan koleksi tersebut dipajang replika trofi Jules Rimet serta replika trofi Piala Dunia Putri yang digunakan pada periode 1991–1995.
Kedua trofi yang dipamerkan merupakan replika karena trofi Jules Rimet asli dan trofi Piala Dunia Putri periode 1991–1995 telah hilang akibat dicuri.
Trofi ditempatkan di dalam bilik yang dilengkapi layar raksasa yang menayangkan cuplikan pertandingan Piala Dunia dengan suara imersif sehingga pengunjung merasakan suasana layaknya berada langsung di stadion.
Bagian akhir pameran berupa ruangan kaca yang menghadirkan sudut pandang seorang suporter melalui nyanyian dan yel-yel dengan suara imersif.
Pameran beroperasi setiap hari pukul 10.00 hingga 18.00 waktu Miami dengan harga tiket 18 dolar Amerika Serikat untuk pengunjung umum, 12 dolar Amerika Serikat bagi pengunjung berusia 7–18 tahun dan pelajar, serta 14 dolar Amerika Serikat untuk pengunjung berusia 62 tahun ke atas.





Komentar (0)