JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Bahlil Lahadalia membuat pengakuan bahwa menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada era geopolitik ini bukan sesuatu yang mudah.
"Saya harus jujur mengatakan bahwa menjadi Menteri ESDM di era kondisi geopolitik yang tidak menentu itu bukan sesuatu yang gampang," ujar Bahlil di depan para kadernya dalam acara Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), di Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026).
Baca juga: Bahlil: Menteri Kependudukan Wihaji Sosok yang Tepat Pimpin Ormas MKGR Golkar
Menurut Bahlil, ilmu yang didapat dari di sekolah memang memberikan fondasi berupa pemikiran kritis dan analisis kebijakan, tetapi hal ini dirasa tidak cukup bagi seorang menteri.
Dia lalu menyinggung penutupan Selat Hormuz yang sempat membuat kapal PT Pertamina International Shipping (PIS) tertahan di Teluk Arab akibat eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
"Ilmu sekolah enggak cukup. Tidak ada itu mata kuliah di energi kalau Selat Hormuz ditutup ambil minyak dari mana? Enggak ada. Itu butuh dinamika yang sangat luar biasa sekali," ucapnya.
Baca juga: Bahlil Minta Kader Golkar di DPR Kawal Program MBG
Namun, Bahlil mengaku sudah mengerahkan berbagai upaya agar tetap mengutamakan kepentingan masyarakat di tengah kondisi geopolitik.
"Sebagai Ketua Umum Partai Golkar, sebagai kader Partai Golkar, harus mengutamakan kepentingan rakyat dengan berbagai dinamika yang tinggi," tuturnya.
Bahlil menyatakan bahwa ia telah melaporkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak dinaikkan.
Baca juga: Bahlil Minta MKGR Panaskan Mesin Politik Golkar Jelang Pemilu 2029
"Saya melaporkan kepada Bapak Presiden, menyarankan kepada Bapak Presiden dan sekaligus Bapak Presiden mengarahkan agar harga BBM subsidi tidak perlu kita naikkan. Alhamdulillah harga BBM subsidi tidak ada kita naikkan," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Komentar (0)