HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Timnas Argentina diprediksi akan mengamankan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Swiss dengan skor tipis 2-1 dalam waktu normal pada laga perempat final.
Pertandingan diperkirakan berlangsung ketat mengingat Swiss merupakan salah satu tim dengan organisasi pertahanan terbaik sepanjang turnamen. Namun, pengalaman, kualitas individu, dan mental juara yang dimiliki Argentina dinilai menjadi faktor pembeda.
Juara bertahan Piala Dunia itu datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil konsisten sejak fase grup. Tim asuhan Lionel Scaloni juga masih diperkuat Lionel Messi yang terus menunjukkan performa luar biasa meski telah berusia 39 tahun.
Hingga babak perempat final, Messi telah mengoleksi delapan gol dan menjadi salah satu kandidat kuat peraih Sepatu Emas bersama Kylian Mbappe.
Selain Messi, Argentina memiliki banyak senjata di lini serang. Julian Alvarez diprediksi kembali menjadi tandem ideal di depan, sementara Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, dan Rodrigo De Paul menjadi motor permainan di lini tengah.
Di sisi lain, Swiss bukan lawan yang bisa dianggap remeh.
Tim berjuluk Nati tampil disiplin sepanjang turnamen dengan kekuatan utama berada pada organisasi permainan yang rapi. Granit Xhaka tetap menjadi pemimpin di lini tengah, sementara Manuel Akanji menjadi andalan di jantung pertahanan.
Swiss juga memiliki rekor pertahanan yang impresif. Mereka dikenal mampu meredam permainan tim-tim besar melalui pressing kolektif dan transisi bertahan yang cepat.
Meski demikian, Argentina diperkirakan akan lebih dominan dalam penguasaan bola serta mampu menciptakan lebih banyak peluang berbahaya.
Duel lini tengah diprediksi menjadi penentu jalannya pertandingan.
Jika Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister mampu memenangkan pertarungan melawan Granit Xhaka, Argentina akan lebih leluasa mengalirkan bola ke lini depan.
Sebaliknya, Swiss diperkirakan akan mengandalkan serangan balik cepat untuk mengeksploitasi ruang di belakang lini pertahanan Argentina.
Lionel Messi diyakini kembali menjadi pembeda.
Kemampuannya membaca ruang, menciptakan peluang, serta efektivitas dalam penyelesaian akhir diprediksi menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan Swiss.
AI memperkirakan Argentina memiliki peluang kemenangan sekitar 62 persen, sementara Swiss berada di angka 38 persen.
Meski Swiss diyakini mampu memberikan perlawanan sengit dan bahkan mencetak satu gol, kualitas individu para pemain Argentina dinilai cukup untuk memastikan kemenangan dalam waktu normal.
Skor 2-1 diprediksi menjadi hasil akhir pertandingan tanpa harus melalui babak perpanjangan waktu maupun adu penalti.
Jika prediksi tersebut menjadi kenyataan, Argentina akan melangkah ke semifinal dan berpotensi menghadapi pemenang laga Inggris kontra Norwegia.
Lionel Messi Masih Jadi Andalan Albiceleste
Lionel Messi kembali menjadi sorotan sepanjang Piala Dunia 2026.
Di usia 39 tahun, kapten Argentina tersebut masih tampil sebagai pemain paling berpengaruh bagi Albiceleste.
Delapan gol yang telah dicetaknya membuktikan bahwa kualitas sang megabintang belum memudar.
Tak hanya produktif, Messi juga telah beberapa kali terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan berkat kontribusinya dalam membangun serangan dan menciptakan peluang.
Pelatih Lionel Scaloni pun terus memberikan kepercayaan penuh kepada pemain Inter Miami tersebut sebagai pusat permainan Argentina.
Selain pengalaman, kepemimpinan Messi di lapangan dinilai menjadi modal penting bagi Argentina dalam menghadapi pertandingan-pertandingan besar.
Apabila mampu melewati Swiss, peluang Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia akan semakin terbuka.
Namun, Scaloni dipastikan tetap mewaspadai kekuatan Swiss yang dikenal sangat disiplin dan sulit ditembus.
Dengan kualitas skuad, pengalaman bermain di laga besar, serta performa impresif Lionel Messi, Argentina diprediksi mampu mengakhiri perlawanan Swiss dengan kemenangan 2-1 dan mengamankan satu tempat di babak semifinal Piala Dunia 2026.






Komentar (0)