Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global

jpnn.com
18 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengatakan pembangunan Jakarta sebagai kota global harus dimulai dari penguatan kualitas SDM.

Oleh karena itu, Pemprov DKI menjadikan peningkatan akses pendidikan sebagai prioritas melalui perluasan penerima manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga program beasiswa.

BACA JUGA: Dokter Koko Jelaskan Pentingnya MBG: Kunci Kualitas SDM Indonesia Emas 2045

Hal itu dikatakan Chico dalam diskusi Serius Tapi Santai Aktivis Jakarta Tentang Jakarta Menuju Kota Global bertema “Akselerasi Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global” yang digelar Forum Lintas Aktivis Jakarta, pada Jumat (10/7).

"Jakarta kini tidak lagi bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia, melainkan harus mampu bersaing dengan kota-kota besar dunia," kata Chico.

BACA JUGA: Pemprov DKI Bakal Perbanyak Shelter Ojol di Mal hingga Stasiun

Menurut dia, transformasi Jakarta menuju kota global terus menjadi agenda pemerintah daerah melalui penguatan kerja sama internasional, pembangunan berkelanjutan, serta peningkatan daya saing kota di berbagai sektor.

Sementara itu, Direktur Utama PT PAM Jaya Arief Nasrudin menjelaskan ketersediaan air bersih bagi warga juga bagian Jakarta menuju kota global.

BACA JUGA: Pemprov DKI dan Bank Jakarta Raih Penghargaan pada Cita Loka Fest 2026

Dia mengatakan pihaknya telah melayani cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta hingga mencapai 82 persen.

Capaian itu setara sekitar 1,2 juta sambungan rumah atau hampir 9 juta penduduk yang telah menikmati layanan air bersih.

Peningkatan tersebut tidak lepas dari dukungan penuh Pemprov DKI Jakarta, mulai dari percepatan proses perizinan hingga penguatan regulasi yang mempercepat pembangunan jaringan perpipaan.

"Ketika dukungannya bukan hanya sekadar dukungan bicara, tetapi juga dukungan aturan dan berbagai bentuk dukungan lainnya, akhirnya semangatnya menjadi sama," kata Arief.

Arief optimistis, kolaborasi tersebut akan mempercepat pencapaian target layanan air bersih bagi seluruh warga Jakarta.

“Saat ini cakupannya sudah 82 persen, setara dengan sekitar 1,2 juta sambungan rumah. Kalau jumlah jiwa yang kami layani sudah hampir 9 juta orang," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, aktivis Jakarta sekaligus Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) Sugiyanto (SGY) menegaskan percepatan transformasi Jakarta menuju kota global tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik.

Peningkatan kualitas layanan dasar, seperti air bersih, sanitasi, lingkungan, transportasi, inovasi, hingga sumber daya manusia (SDM), menjadi faktor utama agar Jakarta mampu masuk 50 besar kota global pada 2030.

SGY menegaskan, konsep Jakarta sebagai kota global telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

Aturan tersebut menetapkan Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional sekaligus kota global dan diperkuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) menuju Indonesia Emas 2045.

"Status kota global diukur melalui berbagai indikator internasional, mulai dari kualitas transportasi, lingkungan, tata kelola pemerintahan, daya saing ekonomi, inovasi, hingga kualitas hidup masyarakat," bebernya.

Dia mengungkapkan, posisi Jakarta saat ini masih berada di kisaran peringkat ke-71 dalam salah satu indeks kota global.

Oleh karena itu, diperlukan percepatan pembangunan di berbagai sektor agar target masuk 50 besar dunia dapat tercapai.

Salah satu indikator penting adalah pencapaian target layanan air bersih 100 persen yang tercantum dalam RPJMD DKI Jakarta 2025–2029.

Selain itu, pengendalian emisi, peningkatan sanitasi, pengelolaan sampah berbasis energi, dan transformasi teknologi juga harus menjadi perhatian pemerintah.

"Seluruh organisasi perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat harus bergerak bersama," tambah SGY. (dit/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemprov DKI Perkuat Digitalisasi Transaksi, QRIS Jakarta Capai 38 Persen Nasional


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
151 UMKM Ramaikan Dekra Ekspo 2026, Wali Kota Munafri: Makassar Perkuat Posisi sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
• 5 jam lalu
0
thumb
Polri Serahkan Dokumen dan Barang Bukti Perkara Korupsi PLTU hingga Asabri ke Kejagung
• 2 jam lalu
0
thumb
Pesan Tegas Tujuh Saudara Kandung ke Bupati Gowa Husniah Talenrang: Berhentilah Seolah-olah Menjadi Korban
• 22 jam lalu
0
thumb
Kompolnas Ajak Masyarakat Awasi Penyidikan Kasus Korupsi Batu Bara PLTU
• 3 jam lalu
0
thumb
Resmi! Persija Lepas Ryo Matsumura, Catatan 35 Kontribusi Gol Tak Cukup Selamatkan Masa Depannya
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.