Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan siap keluar dari dewan perdamaian (Board of Peace/BoP) jika organisasi tersebut tidak sejalan dengan kepentingan Indonesia atau Palestina. Bahkan, menurutnya, Indonesia bisa saja keluar dari dewan tersebut tanpa perlu merundingkannya terlebih dulu dengan anggota Group of Eight lainnya.
Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam diskusi yang digelar di kediamannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bersama jurnalis, pakar, dan pengamat di Hambalang, Jawa Barat, sebagaimana disiarkan di YouTube Liputan6, Kamis (19/3/2026).
Advertisement
“Selama kita di dalam BoP bisa bantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha. Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita menilai kita habis waktu, habis energi, dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar," tegas Prabowo.
Prabowo berharap Indonesia dan anggota Group of Eight lain dapat berkontribusi positif bagi perdamaian jangka panjang di Palestina.
"Jadi, saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu. Kita selalu membela kemerdekaan Palestina," ujar Prabowo.



