Masak praktis kini jadi solusi bagi banyak ibu jelang Lebaran, Beauty, terutama saat harus menyiapkan hidangan khas seperti opor ayam di tengah padatnya momen silaturahmi.
Hal ini terlihat dalam gelaran Sasa OPORasi Lebaran Food Festival yang berlangsung di Q-Big BSD City pada Minggu (8/3/2026), yang menghadirkan cara memasak opor lebih mudah tanpa mengurangi cita rasa.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, kebutuhan memasak dalam jumlah besar sering kali menjadi tantangan tersendiri di rumah. Opor ayam sebagai hidangan wajib keluarga tetap harus disajikan, namun proses memasaknya yang identik dengan waktu lama dan teknik khusus kini mulai bergeser ke arah yang lebih praktis.
Melalui festival ini, Sasa menghadirkan solusi memasak opor dengan cara yang lebih efisien menggunakan Sasa Santan, sehingga kuah tetap konsisten, gurih, dan creamy. Pendekatan ini ditujukan untuk membantu para ibu menyiapkan hidangan tanpa harus menghabiskan banyak waktu di dapur.
Sebagai bagian dari kegiatan, Sasa juga menghadirkan 1.447 porsi opor ayam yang dimasak dalam satu rangkaian acara dan berhasil memecahkan Rekor MURI. Ribuan porsi tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai hidangan berbuka puasa, sekaligus menjadi contoh bahwa memasak dalam jumlah besar tetap bisa dilakukan secara praktis.
Marketing Manager PT Sasa Inti, Nanda Rahmanu, mengatakan bahwa pendekatan ini diharapkan dapat memberikan kepercayaan diri bagi para ibu dalam menyiapkan hidangan Lebaran.
“Menyadari pentingnya tradisi menyantap opor di momen Lebaran ini, melalui acara Sasa OPORasi Lebaran Food Festival, Sasa Santan hadir dan membuktikan bahwa menyajikan opor dalam jumlah besar sekalipun tetap bisa dilakukan dengan praktis. Kualitas rasanya dipastikan selalu konsisten, gurih, dan creamy. Harapannya, para ibu bisa lebih percaya diri menghidangkan menu andalan ini, sehingga momen silaturahmi bersama keluarga dan tamu terasa semakin hangat,” ujar Nanda.
Suasana festival semakin ramai menjelang waktu berbuka puasa, ketika masyarakat dan berbagai komunitas berkumpul menikmati hidangan opor bersama. Momen ini memperlihatkan bahwa kemudahan dalam memasak dapat mendukung terciptanya kebersamaan yang lebih hangat.
Selain itu, pengunjung juga dapat melihat langsung proses memasak di Dapur OPORasi Lebaran serta mengikuti sesi Uji Tidak Mudah Pecah. Dalam sesi ini, diperlihatkan bagaimana santan tetap stabil dan tidak menggumpal meski dimasak dalam waktu lama, sehingga memudahkan proses memasak bagi siapa pun.
“Bagi kami, 1.447 porsi opor ini bukan sekadar angka pencapaian rekor, tetapi cara sederhana untuk merayakan kebersamaan. Kami ingin siapa pun yang hadir bisa merasakan hangatnya momen berbuka bersama, sekaligus membawa pulang inspirasi untuk menghadirkan opor yang gurih dan nikmat dengan Sasa Santan, sebagai hidangan yang selalu dinanti saat Lebaran,” ujar Nanda.
Festival ini juga diramaikan dengan kajian Ramadan bertema “Keutamaan Idulfitri” bersama Ustaz Subki Al-Bughury serta kehadiran Inul Daratista dan Adam Suseno. Rangkaian acara ini memperlihatkan bagaimana memasak praktis tidak hanya memudahkan persiapan Lebaran, tetapi juga memberi lebih banyak waktu bagi keluarga untuk menikmati momen kebersamaan.




