Iran melayangkan tuntutan ganti rugi kepada Uni Emirat Arab (UEA) melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tuntutan ini terkait dugaan keterlibatan UEA dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.
Langkah Iran ini juga dibarengi kritik terhadap Dewan Keamanan PBB yang dinilai tidak bertindak atas serangan terhadap pejabat Iran. Situasi ini disebut memperparah eskalasi konflik di kawasan.
Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menyampaikan hal tersebut dalam surat resmi ke Sekjen PBB dan Dewan Keamanan, demikian dilansir AlJazeera pada Rabu (19/3).
Menurut laporan menuding UEA telah memberikan akses wilayahnya kepada AS untuk melancarkan serangan.
“Tindakan itu melanggar hukum internasional yang membuat negara terkait harus bertanggung jawab,” tulis Iravani.
Iran pun menuntut kompensasi atas kerugian yang dialami, baik material maupun non-material.
Dalam surat terpisah, Iravani juga menyoroti sikap Dewan Keamanan PBB. Ia menilai tidak adanya respons atas pembunuhan pejabat Iran justru memberi ruang bagi Israel untuk terus melakukan serangan.
“Sikap diam ini mendorong Israel untuk menargetkan pejabat-pejabat kami,” ujarnya.
Ia memperingatkan, jika tidak dihentikan, praktik pembunuhan terarah bisa menjadi hal yang dianggap normal dan meluas ke negara lain.
Dua pejabat tinggi Iran tewas dalam serangan udara Israel. Kepala Keamanan Ali Larijani dan Kepala Paramiliter Basij Gholamreza Soleimani dinyatakan gugur pada Senin (17/3).
Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei juga tewas di hari pertama serangan pada 28 Februari.
Sejak perang AS-Israel melawan Iran pecah, serangan balasan Teheran terus berlanjut. Sejumlah negara Teluk, termasuk UEA, menjadi sasaran, dan konflik pun kian meluas.




