Kardinal Pietro Parolin Sekretaris Negara Vatikan mendesak agar Amerika Serikat (AS) dan Israel segera menghentikan perang di Timur Tengah yang kian memanas dan berpotensi meluas.
Parolin menegaskan bahwa eskalasi konflik bisa terjadi sewaktu-waktu jika tidak segera dihentikan. Ia juga mengatakan akan menyampaikan langsung pesan tersebut kepada Donald Trump Presiden AS.
“Saya akan mengatakan kepadanya (Trump) untuk segera mengakhiri ini secepat mungkin, karena bahaya sebenarnya adalah eskalasi yang bisa terjadi kapan saja. Saya juga akan mengatakan: biarkan Lebanon tetap tenang,” ujar Parolin kepada awak media, Rabu (19/3/2026) waktu setempat yang dikutip Vatican News.
Menurut Parolin, pesan serupa juga ditujukan kepada Israel. Ia meminta agar setiap persoalan diselesaikan melalui jalur damai. “Selesaikan setiap masalah yang ada—atau yang mereka anggap ada—melalui jalur damai, diplomasi, dan dialog,” tegasnya.
Konflik di kawasan tersebut terus berlangsung sejak serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu dilaporkan telah memnbuat sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Serangan balasan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu stabilitas pasar global dan sektor penerbangan internasional.
Vatikan menilai situasi ini sangat berbahaya jika terus dibiarkan, dan menekankan pentingnya upaya deeskalasi melalui diplomasi untuk mencegah konflik yang lebih luas. (bil/faz)




