Pemilik Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pengusaha sekaligus pemilik Grup Djarum Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) siang.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Corporate Communication Senior Manager Grup Djarum Budi Darmawan.

"Keluarga besar PT Djarum berduka cita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura," ucap Budi kepada Bisnis.

Michael Hartono merupakan konglomerat Indonesia yang secara konsisten masih dalam daftar 5 orang terkaya di Tanah Air.

Michael dan saudaranya, Robert Budi Hartono merupakan pemilik Djarum, sebuah perusahaan rokok ternama di Indonesia yang diwarisi dari ayahnya, Oei Wie Gwan.

Kedua bersaudara itu merupakan pemegang saham terbesar salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Dia juga memiliki perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat dengan luas sekitar 65.000 hektare.

Baca Juga

  • Portofolio Saham Konglomerat, dari Prajogo Pangestu, Hartono Bersaudara, Hingga Anthoni Salim
  • Michael Bambang Hartono, Taipan Bersahaja Pendukung Berat Bridge
  • MICHAEL BAMBANG HARTONO : Nazar Mulia Sang Atlet Senior



Profil Keluarga Hartono


Kekayaan Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono dimulai dari perusahaan rokok yang dibangun oleh ayahnya, Oei Wie Gwan.  

Oei Wie Gwan mendirikan perusahaan rokok Djarum pada 21 April 1951 di Kudus, Jawa Tengah. Setelah kebakaran besar dan Djarum ditinggal pemiliknya pada 1963, perusahaan tersebut kemudian mewariskan perusahaan tersebut kepada kedua anaknya, Hartono Bersaudara.

Michael Bambang Hartono lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939. Besar di kota tempat ayahnya membesarkan usaha rokok, dia menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro, Semarang pada 1959.  

Sementara itu, adiknya, Robert Budi Hartono, lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 28 April 1940. Robert menempuh pendidikan di tempat yang sama dengan kakaknya, di Universitas Diponegoro Semarang, dan mengambil jurusan Teknik Elektro.  

Namun, keduanya tidak menyelesaikan studinya dan memilih untuk fokus membantu ayahnya di Djarum setelah ayahnya meninggal dunia, yang ternyata membawa mereka menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.

Menjadi salah satu perusahaan produsen rokok terbesar di Indonesia, perusahaan ini telah tumbuh pesat di bawah kepemimpinan Hartono bersaudara. Namun, Hartono bersaudara, R. Budi dan Michael memperoleh sebagian besar kekayaan mereka dari investasi di Bank Central Asia.  

Bank ini merupakan bank swasta terbesar di Indonesia. Kepentingan mereka kini beragam, termasuk elektronik, properti, dan agribisnis.  

Kepemilikan keluarga ini juga meliputi merek elektronik populer Polytron dan real estat utama di Jakarta. Bisnis keluarga Hartono juga telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dilaporkan 7 Staf DJI Tewas di Iran, Ratusan Teknisi Tiongkok Nasibnya Tidak Diketahui
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
LBH Jakarta Minta Pelaku Penyiraman Air Keras Dijerat Pasal Percobaan Pembunuhan Berencana
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Usut Penyebab Keracunan Penerima MBG di Nabire, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Perang AS-Israel VS Iran Makan Korban, Harga BBM Meledak di 95 Negara
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jemaah Masjid Nur Muhammad Al Muhdlor Tulungagung Gelar Salat Id Lebih Awal
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.