Godzilla El Nino Diprediksi April 2026, BRIN: Kemarau di Indonesia Jadi Lebih Panjang dan Kebih Kering

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN menyampaikan dalam akun media sosialnya bahwa Godzilla El Nino diprediksi April 2026.

Prediksi El Nino atau meningkatkanya suhu permukaan laut di Samudera Pasifik tengah dan timur di atas rata-rata normal ini disebut oleh BRIN akan berdampak pada meningkatnya suhu di wilayah Indonesia.

BRIN sendiri menyampaikan jika El Nino kali ini bisa dibilang sebagai Godzilla El Nino karena akan membuat musim kemarau di Indonesia jadi lebih panjang dan lebih kering.

Selain berdampak pada musim kemarau yang panjang, BRIN juga menyampaikan jika Godzilla El Nino akan berdampak terjadinya Indian Ocean Dipole atau IOD Positif.

BACA JUGA:BNPB Bongkar Fakta Karhutla, Menko Polkam Peringatkan Ancaman El Nino

BACA JUGA:Dampak El Nino, Jakarta Terancam Krisis Air Bersih Saat Musim Kemarau 2025

IOD Positif adalah fenomena anomali yang terjadi di Samudra Hindia, di mana suhu permukaan laut yang berada di wilayah barat Afrika lebih hangat dibandingkan bagian timur, tepatnya wilayah Indonesia dan Australia.

Hal ini akan berdampak pada tejadinya pengurangan curah hujan yang drastis dan memicu kemarau panjang, kekeringan serta meningkatkan kebakaran hutan di berbagai wilayah Tanah Air.

Tentunya dengan kondisi ini diharapkan pihak pemerintah harus segera melakukan antisipasi serta berbagai persiapan dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan yang diketahui merupakan salah satu bencana yang selalu terjadi setiap tahun di Indonesia.

Tidak hanya itu, kekeringan yang lebih panjang ini juga akan berdampak pada sektor pertanian dan pangan lokal.

BACA JUGA:Jakarta Dilanda Suhu Panas Ekstrem, Warga Diminta Minum 10 Gelas Sehari untuk Cegah Dehidrasi

BACA JUGA:Update Prakiraan Cuaca Jakarta BMKG Hari Selasa, 17 Maret 2026: Panas Terik Seharian!

Dampak Positif Godzilla El Nino

Meskipun Indonesia dihadapkan pada kemarau panjang yang telah didepan mata, namun BRIN juga menyampaikan jika kondisi ini memiliki dampak postif pada kondisi perikanan.

Dalam situs resminya, BRIN menyampaikan jika transisi musim ini menjadi momentum terhadap peningkatan kesuburan laut yang luar biasa melalui fenomena upwelling.

Upwelling adalah fenomena kelautan, di mana massa air dingin yang berada di kedalaman laut dengan kandungan nutrisi yang lebih kaya naik ke permukaan laut dan menggantikan air permukaan yang lebih hangat.

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mudik Tenang, Bukit Baruga Pastikan Rumah Warga Tetap Aman Saat Lebaran 2026
• 22 jam laluterkini.id
thumb
H-3 Lebaran, Pedagang Pasar Kaget di Cirebon Kebanjiran Pembeli
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Lanjutkan Tren Penurunan, Harga Emas Antam Turun Rp53 Ribu per Gram
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Anggota DPR Ramai-ramai Desak Dalang Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas
• 21 jam lalukompas.com
thumb
PBH-LIN Sulsel Soroti Penanganan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Desak Transparansi Proses Hukum
• 16 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.