JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menantang ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melakukan inovasi menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dadan menyebut, menu MBG yang diharapkan harus berkualitas bintang 5, tetapi bahan bakunya harus tetap seharga Rp 10.000.
Dadan berharap, kolaborasi antara ahli gizi dan koki profesional dapat menghasilkan menu khas MBG yang tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga memiliki kualitas setara hidangan kelas atas.
"Saya berharap suatu hari keluar inovasi-inovasi makanan dari ahli gizi dan chef-chef profesional sehingga akan keluar khas Program Makan Bergizi yang kualitasnya sekelas bintang 5, tetapi harganya harga Program MBG dengan bahan baku Rp 10.000," ujar Dadan, dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Baca juga: BGN Hentikan 567 SPPG di Wilayah Sumatera, 117 Masih Belum Beroperasi
Dadan menekankan, inovasi produk menjadi semakin penting, terutama dalam pelaksanaan program selama bulan Ramadhan.
Menurut dia, selama bulan puasa, MBG yang disajikan tidak hanya harus bergizi dan segar, tetapi juga memiliki daya tahan lebih lama.
"Inovasi produk ini penting terutama terkait dengan program selama bulan Ramadhan, di mana kita membutuhkan makanan yang berkualitas tinggi, fresh, tetapi tahan lama. Nah ini tantangannya," tutur dia.
Dadan menyoroti perkembangan pesat jumlah SPPG dalam satu tahun terakhir.
Jika jumlah SPPG pada Ramadhan tahun 2025 baru sekitar 1.000 unit, kini jumlah dapur telah meningkat menjadi sekitar 25.000 unit di seluruh Indonesia.
Menurut Dadan, peningkatan skala ini turut membawa tantangan dalam menjaga konsistensi kualitas layanan.
Meski terdapat sejumlah kecil SPPG yang menjadi sorotan publik, ia menilai hal tersebut masih dalam batas wajar jika dilihat dari keseluruhan jumlah yang beroperasi.
"Jadi, kalau ada 62 yang membuat viral menjadi sesuatu yang luar biasa dari 25.000, jadi kalau dihitung secara persentase sebetulnya kecil tetapi itulah yang kemudian dilihat oleh masyarakat," ujar Dadan.
Baca juga: Mensesneg Pastikan Anggaran MBG dan Kopdes Tak Dipotong di Tengah Wacana Efisiensi
Dadan menegaskan bahwa evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan secara internal agar kualitas layanan MBG dapat merata di seluruh daerah.
Dadan juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap petunjuk teknis dan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
"Kita patut terus melakukan perbaikan ke dalam supaya kualitas merata dan tidak ada satu pun SPPG yang menyimpang dari juknis dan SOP yang ditetapkan," imbuh dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



