Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mudik ke Lampung melalui Pelabuhan Merak, Banten, pada Kamis (19/3).
Ia memutuskan menyeberang menggunakan kapal dengan berangkat perseorangan atau sebagai penumpang pejalan kaki.
Habiburokhman mengaku sengaja memilih opsi tersebut karena dinilai lebih efisien, khususnya bagi pemudik dengan tujuan dekat dari pelabuhan.
“Hari ini sekalian mudik ke Lampung ya, nanti naik kapal jalan kaki,” kata Habiburokhman.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil karena rumahnya berada di Bandar Lampung dan sudah ada keluarga yang menjemput di pelabuhan tujuan.
“Ya kan rumah saya dekat di Bandar Lampung ya, ada adik saya jemput di sana ya. Jadi kita menghindari, ini taktik juga nih teman-teman yang tinggal di Bandar Lampung, sebenarnya lebih enak mudik jalan kaki,” ujarnya.
Menurutnya, skema ini dapat menghemat waktu perjalanan dibanding membawa kendaraan pribadi ke dalam kapal.
“Ya kita sampai ke sini mau naik bus bisa ya, naik kendaraan pribadi atau naik Grab diantar sampai sini, nanti jalan kaki naik kapal, di sana dijemput oleh keluarga. Kan ini kita hemat waktu,” lanjut dia.
Selain itu, Habiburokhman juga menilai kondisi puncak arus mudik menuju Merak pada H-1 Lebaran terpantau lancar. Ia bahkan mengaku melakukan perjalanan dari Jakarta tanpa pengawalan.
“Hari ini kita lihat langsung ini H-1 ya, bener-bener sangat lancar. Saya dari Jakarta kita nggak pakai pengawalan, nggak pakai patwal ya, terus lolos sampai pintu tol lancar, di pelabuhan sangat-sangat lancar,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan sempat menunda jadwal mudiknya karena adanya kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus yang menjadi perhatian Komisi III DPR.
“Ya, itu ya kemarin saya itu sudah pesan tiket tanggal 15. Tiba-tiba kan ada kejadian itu kan, kejadian penyiraman air keras itu. Kita tunda lagi tanggal 17,” kata dia.
Habiburokhman baru memutuskan pulang setelah pelaku kasus tersebut berhasil ditangkap.
“Ini tanggal 18 Alhamdulillah kemarin sudah ketangkap pelakunya, jadi saya pamit ke Pak Dasco bahwa saya ya, tadi saya sampai lebaran pun nggak boleh pulang kalau itu belum ketangkap,” ujarnya.
Ia pun berharap proses penegakan hukum dapat berjalan maksimal hingga tuntas.
“Ya, Alhamdulillah ada titik terang ya, kita doakan penegak hukum kita baik Polri maupun Puspom TNI bisa bekerja maksimal ya, supaya akhirnya bisa kasih tuntas,” kata dia.





