Harga Minyak Lompat Lebih dari 3%, Brent Sentuh USD111/Barel

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Houston: Harga minyak dunia mengalami kenaikan tajam pada perdagangan Kamis, dengan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) sempat menembus angka USD100 per barel karena serangan terhadap infrastruktur energi utama menandai eskalasi perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran. 

AS sedang mempertimbangkan pengerahan ribuan pasukan di Timur Tengah juga turut mendorong kenaikan harga minyak, karena pasar khawatir tentang apa sebenarnya yang akan dilakukan dalam operasi darat melawan Iran.

Mengutip Investing.com, Kamis, 19 Maret 2026, harga minyak Brent berjangka sebagai patokan internasional untuk kontrak beli atau jual di masa depan, melonjak sebanyak 3,4 persen menjadi USD111,15 per barel.

Sementara harga minyak WTI berjangka sebagai harga patokan untuk pasar domestik Amerika Serikat, lompat sebesar 3,5 persen menjadi USD99,85 per barel, dan sempat naik hingga USD100,02 per barel. 
  Baca juga: Konflik Timur Tengah Ganggu Pasokan Energi dan Ekspor di Asia   Konflik Timur Tengah kian memanas
Harga minyak melanjutkan kenaikan tajam dari sesi sebelumnya setelah laporan menunjukkan Israel telah menargetkan fasilitas di ladang South Pars Iran, ladang gas alam terbesar di dunia. 

Iran mengancam akan menyerang lebih banyak fasilitas minyak dan gas di Teluk sebagai balasan, setelah Teheran melancarkan gelombang serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap Israel dan negara-negara Timur Tengah lainnya pekan ini. 

Teheran mengancam akan menyerang kompleks SAMREF dan Jubail milik Arab Saudi, ladang gas Al Hisn milik Uni Emirat Arab, dan kilang Ras Laffan milik Qatar. 

Prospek serangan lebih lanjut terhadap infrastruktur minyak Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran atas gangguan pasokan yang disebabkan oleh perang Iran, terutama karena Teheran juga tetap menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran utama.


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
  Trump bakal 'amankan' kapal tanker minyak yang lewat Selat Hormuz
Pada Rabu malam, pemerintahan Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan ribuan pasukan di Timur Tengah, dengan salah satu tujuan potensialnya adalah memastikan jalur aman bagi kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz. 

Washington juga mempertimbangkan untuk mengerahkan pasukan ke Pulau Kharg di Iran, setelah menyerang target militer di pusat ekspor minyak tersebut pekan lalu. 

Kenaikan harga minyak terjadi meskipun dolar menguat, karena pasar juga khawatir akan prospek suku bunga global yang lebih agresif akibat harga energi yang lebih tinggi. Bank Sentral AS (Federal Reserve) pada mengisyaratkan ketidakpastian atas inflasi yang dipicu oleh energi, sementara data inflasi produsen AS lebih kuat dari yang diperkirakan.

Harga minyak sebagian besar naik setelah data menunjukkan peningkatan mingguan yang tidak terduga dalam persediaan minyak AS .  Harga minyak mentah sempat terhenti setelah laporan menunjukkan otoritas Irak dan Kurdi sepakat untuk melanjutkan aliran minyak melalui pelabuhan Ceyhan di Turki.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
FBI Selidiki Bos Kontraterorisme yang Mengundurkan Diri Karena Perang Iran
• 18 menit laludetik.com
thumb
Hadapi Mudik Lebaran, Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Truk Tronton dan 5 Motor Pemudik Kecelakaan Beruntun di Jalur Pantura Cirebon
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Pemilik Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Kementan Siapkan Mitigasi Kekeringan di Sektor Perkebunan Saat Kemarau
• 20 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.