Idul Fitri, Kembali Ke Fitrah dan Merawat Kemanusiaan

republika.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

Oleh : Sekjen Partai Keadilan Sejahtera Muhammad Kholid

REPUBLIKA.CO.ID, Idul Fitri bukan sekadar perayaan kemenangan setelah sebulan berpuasa. Ia adalah cermin sejauh mana Ramadhan benar-benar membentuk ulang diri kita sebagai manusia.

Ia jadi momentum evaluasi apakah Ramadhan benar-benar membentuk empati sosial dan memperkuat solidaritas kemanusiaan kita? Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. 2:183)

Baca Juga
  • Bazar Sembako Murah, Bentuk Kepedulian Jelang Lebaran
  • Arus Mudik Membeludak, One Way Lokal Kalikangkung–Bawen Diberlakukan
  • Baterai Bukan Biang Kebakaran Mobil Listrik, Ini Penjelasan Pakar

Tujuan puasa adalah takwa. Dan, takwa bukan sekadar kesalehan pribadi, tetapi kesadaran moral yang tercermin dalam kepedulian sosial.

Sekolah empati dan kemanusiaan

Ramadhan mengajarkan lapar, tetapi bukan untuk melemahkan. Ia melatih empati. Ketika perut kosong, kita belajar merasakan apa yang setiap hari dirasakan oleh mereka yang hidup dalam kekurangan. 

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari - Muslim)

Hadits ini menegaskan bahwa iman sejati berbanding lurus dengan empati.  Ramadhan mendidik kita untuk keluar dari ego dan merasakan derita orang lain.

Ia meruntuhkan kesombongan yang sering tumbuh dari kenyamanan. Dalam lapar dan dahaga, manusia kembali pada fitrahnya: makhluk yang rapuh dan bergantung.

Kemanusiaan lahir ketika kita sadar bahwa semua orang sedang berjuang dengan caranya masing-masing. Tidak ada yang sepenuhnya kuat. Tidak ada yang sepenuhnya lemah. Ramadhan mengikis jarak sosial dan psikologis di antara kita.

Warga terdampak bencana banjir bandang beriktikaf di Masjid Darurat Al-Muhsinin, Desa Tetingi, Pantan Cuaca, Gayo Lues, Aceh, Senin (16/3/2026). Iktikaf tersebut dilaksanakan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan guna mendapatkan malam Lailatul Qadar yang penuh berkah. - (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapan Lebaran Idulfitri 2026? Ini Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Wali Kota Makassar Pangkas Open House Lebaran Idulfitri, Hanya Dua Jam di Hari Pertama
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Lebaran NU dan Muhammadiyah Beda Hari, Ketua Komisi VIII DPR Ingatkan Masyarakat Jaga Toleransi
• 12 menit lalutvonenews.com
thumb
THR Idul Fitri 2026 Belum Cair? Begini Cara Lapor ke Posko Aduan Kemenaker via HP
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Ditopang Carry, Penjualan Mobil Suzuki Naik 64 Persen
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.