Strategi Amankan Pasokan LPG: Kilang Kurangi Produksi Nafta-Imbau Penghematan

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan beberapa strategi mengamankan pasokan LPG jelang hari raya Idul Fitri 2026, di tengah disrupsi rantai pasok global imbas konflik di Timur Tengah.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menjelaskan strategi pertama adalah PT Pertamina (Persero) meningkatkan produksi LPG di dalam negeri dengan mengurangi produksi nafta, salah satu bahan baku alternatif yang dapat digunakan untuk produksi LPG.

"Untuk pengamanan ketersediaan LPG dilakukan oleh Pertamina adalah meningkatkan produksi LPG di kilang dalam negeri, melalui setting pengurangan produksi nafta dialihkan peningkatan produksi LPG," ungkapnya kepada kumparan, Rabu (18/3).

Strategi kedua, lanjut Yuliot, yakni dengan mengimpor LPG dari negara alternatif untuk menggantikan pasokan dari Timur Tengah. Dia memastikan Pertamina sudah meneken kontrak dengan pemasok.

"Kedua alternatif negara impor sudah dilakukan pengadaan dan kontrak antara Pertamina dengan supplier," imbuh Yuliot.

Di sisi lain, Yuliot juga mengimbau masyarakat pengguna LPG bisa melakukan penghematan energi, serta bagi masyarakat yang mampu agar tidak menggunakan LPG 3 kg bersubsidi.

"Upaya lain adalah percepatan Pembangunan jargas di perumahan perkotaan yang berdampak bagi pengurangan konsumsi LPG dan subsidi," jelas Yuliot.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V Dumatubun, memastikan kondisi pasokan LPG di dalam negeri saat ini dalam kondisi cukup.

"Pertamina terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan juga calon-calon supplier di luar untuk kerja sama pasokan/supply," ungkapnya.

Pertamina, lanjut Roberth, juga mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan LPG secukupnya sesuai kebutuhan dan berhemat atas penggunaan yang tidak perlu. Dia berharap masyarakat tidak melakukan panic buying.

"Masyarakat juga diajak jeli menerima informasi yang akurat dan tepat serta resmi, sehingga tidak terpengaruh isu panic buying," tegas Roberth.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan cadangan LPG dan BBM menjelang hari raya Idul Fitri 2026 dalam kondisi aman. Untuk LPG, cadangannya berada pada level 15,66 hari.

Bahlil mengakui kondisi pasokan LPG dunia terjadi dinamika yang cukup mengkhawatirkan. Dari total pasokan LPG yang diimpor Indonesia, kata dia, 20 persen diperoleh dari Timur Tengah hingga Australia.

Sementara itu, 70-75 persen impor LPG berasal dari Amerika Serikat (AS). Dengan begitu, pemerintah akan mengalihkan kontrak pembelian dari Timur Tengah kepada negara yang tidak perlu melewati Selat Hormuz.

"Dengan kondisi sekarang yang di Middle East kita pecah lagi untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain. Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia," jelasnya saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3).

Dengan demikian, Bahlil memastikan pasokan LPG setidaknya aman hingga April 2026, sebab sudah ada beberapa pengiriman kargo pada bulan ini.

"Pemerintah selalu melakukan siaga terus atas perintah Bapak Presiden untuk memastikan bahwa tanggal 28 bulan ini masuk dua kargo lagi, kemudian tanggal 4 Maret satu kargo lagi masuk, tanggal 8 Maret satu kargo lagi. Ja


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Balada Berburu Cuan Musiman dari Ketupat Lebaran
• 19 jam lalukompas.id
thumb
Kemendukbangga/BKKBN Jatim Gelar Mudik Bareng TPK
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Asuransi Astra Dorong Edukasi Keselamatan Sambut Mudik Lebaran 2026
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Horison Hotels Group Resmikan Unit ke-71 di Pangandaran
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
BPKN Ingatkan Masyarakat Tidak Panic Buying BBM Menjelang Lebaran
• 20 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.