Ahmad Muzani: Perang Harus Dihentikan, Utamakan Diplomasi untuk Ciptakan Perdamaian

jpnn.com
13 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Ahmad Muzani merespons dinamika perang antara AS-Israel dengan Iran.

Dia berharap menjelang Hari Raya IdulFitri ini negara-negara kawasan Teluk Persia untuk menahan diri agar peperangan tidak bergejolak dan meluas.

BACA JUGA: Ahmad Muzani Berpantun di Sidang Tahunan, Singgung MBG Hingga Danantara

Menurutnya, meredanya intensitas perang akan memberikan jaminan bagi umat Islam untuk merayakan IdulFitri dengan aman dan damai.

Itu sebabnya, Muzani mengimbau agar perang AS-Israel dengan Iran bisa dihentikan.

BACA JUGA: Ketua MPR Ahmad Muzani Tegaskan Pentingnya Peran Perempuan Memperkuat Kualitas SDM

"Kita bersyukur bahwa para pemimpin negara-negara di Teluk bisa menahan diri. Ini sebagai penghormatan kepada umat Islam untuk bisa merayakan momen IdulFitri dengan aman dan damai," kata Muzani dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/3).

"Kami juga bersyukur bahwa Arab Saudi sebagai penjaga dua Tanah Suci Mekkah dan Madinah bisa menjamin kelangsungan beribadah umroh dengan lancar sejauh ini," sambungnya.

BACA JUGA: Ini Respons Ketua MPR Ahmad Muzani soal Usulan 3 April jadi Hari NKRI

Muzani melanjutnya, jika perang dihentikan maka kesulitan global seperti krisis minyak akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dunia.

Apalagi umat Islam dalam waktu dekat akan melaksanakan ibadah Haji.

Oleh karena itu penting bagi seluruh negara untuk berdialog mengedepankan diplomasi sebagai kunci menuju perdamaian.

"Kita telah menyaksikan dunia selama puluhan tahun dalam keadaan damai melalui diplomasi. Maka penting bagi setiap pemimpin untuk kembali melakukan dialog daplomasi sebagai cara utama menciptakan perdamaian," jelas Muzani.

Dia mengatakan, sejak perang AS-Israel dengan Iran pecah, negara Indonesia atas kepemimpinan Presiden Prabowo sangat responsif untuk berperan aktif menghentikan perang.

Meskipun implikasi atas sikap Presiden Prabowo bergabung dalam Board of Peace menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat Indonesia.

"Perbedaan pandangan merupakan hal biasa dalam negara demokrasi seperti Indonesia. Namun ruang-ruang dialog tetap menjadi prioritas bahwa sikap presiden tersebut sebagai upaya diplomasi agar perdamaian bisa tercipta. Ini pun yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin kita terdahulu di masa-masa awal kemerdekaan," jelas Muzani.

Terakhir, Muzani mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak mudah terpecah belah akibat perbedaan pandangan.

Menurutnya, persatuan dan kesatuan adalah hal yang utama agar Indonesia ke depan bisa menjadi negara yang kuat dan dipertimbangan dunia global.

"Kita tidak boleh mudah terpancing dengan isu-isu yang sensitif yang dapat memecah belah persatuan kita. Sebagai rakyat kita harus membangun rasa kepercayaan kepada pemimpin kita, kepada pemerintah kita, kepada Presiden kita. Dengan kepercayaan yang kuat, maka Indonesia tidak akan mudah dipecah belah," tutup Muzani.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ahmad Muzani jadi Mendagri? Ah, Kurang Masuk Itu


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 19 Maret 2026
• 3 jam lalukompas.com
thumb
TB Hasanuddin Desak Ungkap Aktor Intelektual Kasus Penyiraman Aktivis KontraS
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menag Tiba di Kantor Kemenag Jelang Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H
• 1 jam laludetik.com
thumb
Akui Hamil di Luar Nikah, Denada Singgung Soal Ayah Ressa
• 23 jam lalucumicumi.com
thumb
Tak Masuk Skuad Timnas Brasil, Neymar: Jujur, Saya Sedih!
• 3 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.