Selain kondisi kendaraan, faktor fisik pengemudi juga memegang peran penting dalam keselamatan perjalanan mudik. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (IDDC), Jusri Pulubuhu menyoroti soal manajemen istirahat yang tepat.
Salah satunya adalah metode istirahat yang terencana selepas berkendara hingga puluhan jam. Dirinya memberikan cara paling efektif dengan melakukan power nap secara berkala ketika tubuh mencapai tanda kelelahan.
“Sebaiknya dalam perjalanan mudik Anda punya metode istirahat setiap dua jam perjalanan atau saat tanda-tanda kelelahan muncul,” kata Jusri kepada kumparan, Senin (16/13/2026).
Power nap memiliki beberapa jenis, kata Jusri mulai dari tidur singkat lima menit hingga sekitar 30 menit. Durasi tersebut dinilai sangat cukup untuk membantu tubuh melakukan pemulihan energi dari aktivitas panjang.
“Ada nano nap yang berdurasi selama lima menit, kemudian mini nap sekitar 10 sampai 15 menit, dan power nap sekitar 30 menit itu sudah sangat bagus,” jelasnya.
Ia juga menyarankan pengemudi membawa perlengkapan sederhana untuk membantu meningkatkan mutu tidur singkat. Peralatan tersebut misalnya earplug dan penutup mata agar kualitas istirahat bisa jauh lebih baik.
“Karena memang istirahat yang paling berkualitas tidak ada lain kecuali tidur. Bukan duduk main ponsel atau sekadar stretching atau peregangan badan,” ujarnya.
Ia mengingatkan pengemudi tidak tidur terlalu lama saat power nap. Sebab, jika tidur lebih dari 45 menit, maka tubuh bisa masuk fase deep sleep yang justru membuat tubuh terasa tidak segar saat terbangun.





