Program Mudik Gratis Jadi Bentuk Kepedulian di Tengah Ancaman Resesi

mediaindonesia.com
15 jam lalu
Cover Berita

DI tengah tantangan ekonomi global dan isu resesi yang masih membayangi berbagai sektor industri, Wong Hang Bersaudara justru menunjukkan komitmen kuat terhadap kesejahteraan karyawannya melalui program mudik gratis Lebaran 2026.

Perusahaan tailor premium ini memberangkatkan hampir 600 karyawan menuju kampung halaman mereka. Salah satu bus diberangkatkan secara seremoni dari kantor pusat Wong Hang di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (18/3/2026).

Suasana haru dan bahagia terlihat dari wajah para karyawan yang akan pulang ke kampung halaman. Mereka tidak hanya mendapatkan fasilitas transportasi gratis, tetapi juga berbagai cindera mata seperti paket sembako hingga makanan untuk perjalanan.

Baca juga : Bank Jakarta Perkuat Mudik Gratis, 20 Bus Diberangkatkan dari Silang Monas

Direktur Utama Wong Hang Bersaudara Stephen Putra Wongso mengungkapkan para peserta mudik ini merupakan bagian dari sekitar 1.200 karyawan yang bekerja di bawah Wong Hang Group.

“Mereka berasal dari berbagai lini usaha kami, tidak hanya tailor, tetapi juga garmen, MEP, pabrik sepatu, hingga konstruksi,” ujarnya.

Program mudik gratis ini bukan hal baru. Stephen menyebut tradisi itu telah berjalan lebih dari 10 tahun sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap karyawan. Bahkan, tahun ini menjadi penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah perusahaan.

Baca juga : Mudik Gratis BUMN 2026 Dibuka, Jasa Raharja Siapkan Kuota 23.500 Orang

“Tahun ini jumlahnya paling besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kami menyediakan 10 bus, juga travel dan tiket sesuai pilihan transportasi karyawan,” jelasnya.

Menariknya, perusahaan juga memberikan fleksibilitas bagi karyawan yang sudah memiliki kendaraan pribadi. “Ada beberapa karyawan yang sudah memiliki mobil. Kami bantu dengan uang bensin agar mereka bisa mudik dengan nyaman,” tambah Stephen.

Menurutnya, kebahagiaan terbesar sebagai pengusaha bukan hanya soal keuntungan bisnis, melainkan juga kemampuan untuk berbagi dengan karyawan, terutama di masa sulit seperti sekarang.

“Di tengah resesi ekonomi dan banyak perusahaan yang tumbang, kami bersyukur masih bisa membahagiakan karyawan. Kebahagiaan itu tidak selalu soal besaran THR, tapi perhatian perusahaan juga sangat berarti,” ungkapnya.

Stephen berharap program ini dapat meningkatkan semangat kerja karyawan setelah kembali dari libur Lebaran. Dengan kemudahan mudik yang difasilitasi perusahaan, para pekerja bisa lebih fokus menikmati waktu bersama keluarga tanpa terbebani biaya perjalanan.
“Harapannya mereka bisa kembali bekerja dengan semangat baru, karena mudiknya sudah kami bantu, jadi mereka bisa fokus ke keluarga dan pekerjaan ke depannya,” tutupnya. (H-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sejarah Panjalu: Dari Kerajaan Sunda hingga Islamisasi
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Klarifikasi HYBE soal penggunaan warna merah pada lampu untuk BTS
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Begini Hampers Lebaran Ketahanan Pangan ala Presiden Prabowo, Ada Sayur hingga Bumbu Dapur  
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Pramono Minta Warga Jaga Keamanan Lingkungan Jelang Lebaran
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Waspada Beban Utang RI, Ekonom Ingatkan Rasio Pembayaran Bunga Lampaui Batas Aman IMF
• 6 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.