Purwakarta, VIVA – Arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai puncaknya pada Rabu, 18 Maret 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan menuju wilayah Trans Jawa, PT Jasa Marga Trans Jawa Tol mengoperasikan seluruh gardu di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Total terdapat 22 gardu yang dibuka secara penuh guna mempercepat transaksi kendaraan dan mengurangi antrean panjang pemudik yang melintas dari arah Jakarta menuju wilayah timur Pulau Jawa.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo, mengatakan seluruh gardu tersebut difungsikan secara maksimal selama periode puncak arus mudik.
"Jadi ini semuanya 22 gardu sudah beroperasi semua untuk menerima volume lalu lintas dari arah Barat menuju Timur Trans Jawa," kata Ria Marlinda Paalo di GT Cikampek Utama, Rabu 18 Maret 2026 dikutip Antara.
Menariknya, dalam skema rekayasa lalu lintas satu arah atau one way yang diberlakukan selama puncak mudik, sejumlah gardu yang biasanya digunakan kendaraan keluar menuju Jakarta juga dialihkan fungsinya untuk melayani kendaraan dari arah sebaliknya.
Empat gardu yang dalam kondisi normal dipakai untuk arus keluar menuju Jakarta kini digunakan untuk melayani kendaraan mudik. Petugas tol memanfaatkan alat mobile reader (MR) agar proses transaksi tetap berjalan cepat meski gardu tersebut bukan jalur utama arus mudik.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pengelola jalan tol untuk mempercepat proses pembayaran tol dan mengurangi kepadatan kendaraan di titik gerbang tol yang menjadi salah satu simpul lalu lintas terpadat saat musim mudik.
Selain membuka seluruh gardu tol, Jasa Marga juga menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran arus kendaraan. Salah satunya adalah pemberlakuan sistem lawan arus atau contra flow yang dimulai dari KM 36 di wilayah Bekasi.
Menurut Ria, penerapan contra flow bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang terus dipantau oleh petugas di lapangan.
"Contra flow itu disesuaikan dengan kondisi arus dari arah Jakarta," ujarnya.
Meski puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada hari ini, Jasa Marga tetap membuka kemungkinan melakukan penyesuaian operasional jika volume kendaraan masih tinggi pada hari berikutnya.





