Grid.ID- Kronologi sejumlah bangunan terbakar di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, menjadi sorotan setelah api melalap deretan bangunan di Jalan Kamal Raya pada Rabu (18/3/2026) siang. Kebakaran tersebut terjadi di area sepanjang kurang lebih 200 meter, mulai dari depan Masjid Risma hingga dekat Musholla Asy-Syukriyah.
Kobaran api sempat membesar karena banyaknya material mudah terbakar di lokasi awal kejadian. Angin kencang dan cuaca terik disebut membuat api dengan cepat merambat ke bangunan lain, bahkan hingga menyeberang jalan.
Petugas pemadam kebakaran pun langsung bergerak cepat untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas. Berikut kronologi sejumlah bangunan terbakar di Tegal Alur berdasarkan informasi yang dihimpun dari Tribun Jakarta dan Kompas.com, Rabu (18/3/2026).
Kronologi Sejumlah Bangunan Terbakar di Tegal Alur Jakbar
Insiden sejumlah bangunan terbakar terjadi pada Rabu (18/3/2026) siang di Jalan Kamal Raya No.45, RT 12/RW 3, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi di sebuah lapak kayu atau gudang penyimpanan palet kayu.
Warga sekitar bernama Sumitra (54) menyebut kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Menurutnya, api awalnya muncul dari gudang palet yang berisi kayu, meja, dan bahan lain yang mudah terbakar.
Di lokasi juga sempat terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari baterai. Karena isi gudang didominasi oleh material yang mudah terbakar, kobaran api dengan cepat membesar dan menjulang tinggi.
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat mengatakan pihaknya menerima laporan pada pukul 12.42 WIB. "Waktu unit berangkat pukul 12.43 WIB dan tiba di lokasi pukul 12.46 WIB," ujar Kasiops Damkar Jakarta Barat, Syaiful Anwar.
Warga menyebut angin kencang menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api. Kobaran dari gudang palet disebut terbawa angin hingga melompat ke bangunan lain, bahkan sampai menyambar bangunan di seberang jalan.
Kondisi cuaca yang panas terik juga memperparah situasi. Api kemudian merambat ke sejumlah bangunan yang berada di sisi kanan, kiri, hingga seberang lokasi awal kebakaran.
Akibatnya, area yang terbakar membentang sepanjang kurang lebih 200 meter di Jalan Kamal Raya. Setidaknya tujuh bangunan hangus dilalap api.
Bangunan yang terdampak meliputi gudang palet kayu, warung kopi, warung makan, sejumlah toko kelontong, bengkel bubut dan satu bangunan rumah di sisi jalan. Pantauan di lokasi juga menunjukkan ada beberapa bangunan yang terbakar di sepanjang ruas Jalan Kamal Raya, dari depan Masjid Risma hingga area dekat Musholla Asy-Syukriyah.
Petugas pemadam kebakaran telah mengerahkan kekuatan besar dalam penanganan peristiwa ini. Pada tahap awal, delapan unit mobil damkar dengan 40 personel diterjunkan ke lokasi.
Namun, dalam proses penanganan keseluruhan, total 18 unit mobil pemadam kebakaran dengan 90 personel dikerahkan secara bertahap dari sejumlah pos dan sektor, termasuk Tegal Alur, Kalideres, Cengkareng, hingga Sudin Jakarta Barat.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB, petugas masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan. Sejumlah petugas bahkan melakukan pemadaman dengan menaiki perahu di aliran kali untuk menarget sisi samping dan belakang bangunan.
Api akhirnya berhasil dilokalisir sekitar pukul 13.15 WIB. Meski begitu, petugas tetap melakukan pendinginan karena beberapa kali titik api terlihat kembali menyala dari sisa bara di reruntuhan.
Setelah api berhasil dipadamkan, kondisi di lokasi masih dipenuhi asap tebal. Pandangan menjadi terbatas, sementara hawa panas membuat mata perih dan napas sesak bagi warga maupun petugas di sekitar area kebakaran.
Pepohonan di sekitar lokasi juga tampak hangus terbakar. Batang pohon berubah kehitaman dan daun-daunnya rontok akibat terpapar panas tinggi.
Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Kamal Raya dari arah Tegal Alur menuju Benda maupun sebaliknya sempat tertutup total. Penutupan dilakukan karena proses pemadaman masih berlangsung dan banyak mobil damkar terparkir di badan jalan.
Tidak Ada Korban
Meski kebakaran cukup besar, warga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Menurut Sumitra, bangunan yang terbakar saat kejadian dalam keadaan kosong karena para pekerjanya sudah libur dan pulang kampung.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih terus melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru. Sementara itu, belum ada informasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti kebakaran maupun total kerugian akibat insiden tersebut. Demikianlah kronologi sejumlah bangunan terbakar di Tegal Alur yang sempat menjadi sorotan. (*)
Artikel Asli




