Kenapa Tiket Pesawat Bisa Lebih Mahal saat Mudik? Ini Penjelasan Kemenhub

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan biang kerok mahalnya tiket pesawat saat arus mudik Lebaran yang menjadi keluhan masyarakat.

Direktur Angkutan Udara Ditjen Hubud Kemenhub Agustinus Budi H mengatakan salah satu penyebabnya diduga karena banyak penumpang memesan tiket dengan rute tidak langsung atau transit.

“Kalau kami lihat pemberitaan di media sosial itu, mahalnya sebenarnya karena harga tiket tadi tidak direct (langsung) rutenya. Misal, harusnya Cengkareng-Padang, tapi melalui Yogyakarta,” kata Agustinus dikutip dari Antara, Rabu (18/3).

Menurut Agustinus, skema penerbangan transit membuat harga tiket menjadi lebih mahal karena berada di luar perhitungan Tarif Batas Atas (TBA) yang berlaku untuk penerbangan langsung.

Dia menjelaskan, ketentuan TBA tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Saat aturan tersebut ditetapkan, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 14.000 per dolar AS dengan harga avtur sekitar Rp 10.000. Sementara saat ini, nilai tukar rupiah mendekati Rp 17.000 per dolar AS dan harga avtur mencapai Rp 16.000.

“Secara hitung-hitungan, itu juga harusnya mengalami perubahan, karena memang negara kita memberlakukannya TBA dan TBB (Tarif Batas Bawah). Makanya saat ini, rekan-rekan airline pada saat peak season pasti akan memberlakukan tarif itu sesuai dengan TBA,” jelasnya.

Kemenhub memastikan terus melakukan pengawasan terhadap harga tiket pesawat. Berdasarkan hasil pemantauan, terutama di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, harga tiket yang dijual masih sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengawasan dilakukan dengan mengacu pada komponen perhitungan TBA yang ditambah pajak pertambahan nilai (PPN), passenger service charge (PSC), iuran wajib, serta fuel surcharge.

Meski demikian, Kemenhub mengakui aspek keterjangkauan tiket tetap menjadi perhatian. Namun di sisi lain, pemerintah juga harus menjaga keberlangsungan usaha maskapai penerbangan.

Pembahasan mengenai perbedaan perhitungan TBA tahun 2019 dengan kondisi operasional maskapai saat ini, akan terus dilakukan Kemenhub bersama dengan operator penerbangan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sejumlah Bangunan Terbakar di Tegal Alur Jakbar, Diduga dari Gudang Palet Kayu
• 5 jam lalukompas.com
thumb
AKSI Kritik LMKN Tahan Distribusi Royalti: Pencipta Lagu Butuh Buat Lebaran
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenhub Atur Truk Sumbu 3 Demi Perlancar Arus Menuju Pelabuhan Gilimanuk
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jasa Marga: 34 Persen Pemudik Sudah Tinggalkan Jakarta, One Way Mulai Berlaku
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Seskab Teddy: Tiket Kereta Kerakyatan Lebih Murah, Fasilitas Naik untuk Mudik
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.