Alarm Daya Beli, Celios Ramal Lebaran 2026 Tak Dorong Ekonomi Kuartal I/2026

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Center of Economic and Law Studies (Celios) memproyeksikan momentum Ramadan dan Lebaran 2026 tidak akan memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2026. Kondisi ini dipicu oleh pelemahan daya beli masyarakat yang menjadi faktor utama penahan konsumsi domestik. 

Celios bahkan menilai konsumsi rumah tangga sebagai motor utama ekonomi belum akan pulih optimal pada awal tahun ini, meski didorong momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda mengatakan meskipun optimisme konsumen sempat meningkat pada awal tahun, tren tersebut mulai tertekan dalam beberapa waktu terakhir.

Huda menjelaskan, berdasarkan data hingga Januari, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat mengalami kenaikan yang mencerminkan membaiknya optimisme masyarakat. Namun, menurutnya, dalam beberapa hari terakhir, dinamika kondisi ekonomi berpotensi mengubah arah optimisme tersebut.

“Bulan Februari, IKK kembali menurun meskipun tipis. Saya melihat IKK akan sedikit menguat di Maret ini. Saya sebenarnya sempat berharap ada kenaikan yang signifikan didorong dari momen Ramadan dan Lebaran, tapi nampaknya isu akhir-akhir ini membuat harapan meningkat signifikan tipis,” kata Huda kepada Bisnis, Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan yang cenderung memburuk membuat masyarakat menahan belanja, termasuk pada periode yang biasanya menjadi puncak konsumsi tahunan. Kondisi ini juga tercermin dari potensi penurunan aktivitas mudik.

“Ekspektasi kondisi ekonomi ke depan yang bisa lebih buruk membuat masyarakat menahan daya beli masyarakat. Musim mudik kali ini pun saya rasa tidak akan seramai dua tahun lalu. Tingkat okupansi KAI masih rendah, bisa menunjukkan tingkat mudik tahun ini bisa stagnan,” ujarnya.

Huda menilai tekanan terhadap daya beli tidak terlepas dari faktor eksternal, terutama meningkatnya ketidakpastian global yang berpotensi mendorong kenaikan harga energi.

Dia menjelaskan, penurunan ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan dipicu oleh konflik yang berpotensi memicu kenaikan harga BBM. Situasi ini mendorong aksi pembelian bensin secara berlebihan (panic buying) sekaligus membuat masyarakat menahan konsumsi sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi ke depan.

“Akibatnya, mereka mengendurkan belanja saat ini untuk bersiap di masa depan. Nampaknya momen Ramadan dan Lebaran kali ini tidak banyak mendongkrak pertumbuhan ekonomi triwulan I/2026,” tuturnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta hingga Rabu (18/3/2026) pagi telah mencapai sekitar 1,2 juta unit.

Angka tersebut merupakan bagian dari proyeksi total 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan meninggalkan ibu kota selama periode mudik Lebaran 2026, sehingga masih terdapat sekitar 2,3 juta kendaraan yang belum bergerak.

“Perkiraan untuk saat ini yang keluar dari Jakarta sebesar 1.213.388 kendaraan,” kata Sigit di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).

Adapun, angka tersebut didominasi oleh kendaraan yang melintas melalui jalan tol, dengan peningkatan sebesar 20,89% dibandingkan volume lalu lintas harian normal, serta naik 2,83% dibandingkan periode Lebaran 2025.

Lebih lanjut, Sigit menyampaikan kepadatan tertinggi selama periode mudik Lebaran 2026 sempat terjadi di jalur menuju Gilimanuk. Kondisi ini dipicu oleh lonjakan kendaraan yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kazakhstan Siap Beralih ke Konstitusi Baru, Akhiri Era Super-Presidensial
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Volume Kendaraan di Tol Cipali Melonjak Hampir 2 Kali Lipat
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Perang Timur Tengah dan Rapuhnya “Otonomi” Asia Tenggara
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Citilink Buka Rute Baru Halim-Pagar Alam, Beroperasi 2 Kali Seminggu
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Kapolri: H-3 Lebaran, 1,2 Juta Kendaraan Sudah Keluar Jakarta Via Tol
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.