Ngaku Lepat lewat Ketupat

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

Kehadiran ketupat saat rangkaian perayaan Idul Fitri memiliki falsafah kerendahan hati bagi Muslim di Jawa. Kupat, ketupat dalam bahasa Jawa, merupakan akronim dari ngaku lepat, yang berarti ”mengaku salah”. Di dalam dakwah Sunan Kalijaga, diyakini, menggunakan ketupat sebagai simbolisasi laku papat, yaitu empat perilaku dalam merayakan Idul Fitri, salah satunya ialah saling memaafkan. Perayaan ketupat melalui tradisi bakda kupat pada seminggu setelah Idul Fitri merupakan hasil akulturasi budaya Hindu-Buddha dengan Islam oleh Wali Sanga.

Ketupat sebagai hidangan khas Nusantara memiliki sejarah yang panjang dan berliku. Makanan ini berakar dari era kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. Kata kupat, akupat, khupat-khupatan telah muncul di dalam naskah sastra Jawa kuno kakawin Kresnayana, kakawin Subadra Wiwaha, dan kidung Sri Tanjung. Adapun kata ’kupatay’ muncul dalam kakawin Ramayana. Sejumlah naskah tersebut menunjukkan bahwa ketupat telah hadir jauh sebelum proses Islamisasi pada abad ke-14 hingga ke-15 Masehi.

Geser untuk melihat cara menganyam ketupat


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Prajurit TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Israel Bombardir Beirut! Apartemen Meledak Diduga Markas Hizbullah | KOMPAS PETANG
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Cerminkan Kegagalan Komando
• 1 jam laludisway.id
thumb
Alya Rohali Cerita Tradisi Sederhana Ramadan hingga Rencana Lebaran di Bandung
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Misteri Ledakan di Masjid di Jember
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.