Siasat TBS Energi (TOBA) Sukseskan Rights Issue 1,39 Miliar Lembar

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah emiten mulai melirik aksi korporasi penambahan modal di tengah dinamika pasar yang masih dibayangi ketidakpastian global dan domestik.

Salah satu emiten yang berencana melakukan penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) adalah PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,39 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham.

Dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan dan ekspansi usaha, terutama di sektor pengolahan limbah, energi terbarukan, serta kendaraan listrik.

SVP Corporate Finance & Investor Relations TOBA, Mirza Hippy, mengatakan rencana aksi korporasi itu akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 16 April 2026.

"Jika disetujui, pelaksanaannya akan sangat bergantung pada kajian mendalam terhadap kondisi pasar yang dinamis dan kebutuhan perseroan," ujar Mirza kepada Bisnis, Selasa (27/3/2026).

Baca Juga

  • MNC Sekuritas Nilai Strategi Jual Bijih Nikel Penyelamat Kinerja INCO
  • Right Issue TOBA, Persetujuan RUPS Dirancang April 2026
  • IHSG Bergejolak, Analis Sarankan Beli Saham Diskon dan Dividen Tinggi
TBS Energi Utama Tbk. - TradingView

Ia menambahkan, persetujuan RUPS akan memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk mengeksekusi rights issue pada waktu yang dinilai paling optimal, terutama ketika kondisi pasar dinilai lebih stabil dan kondusif.

Menilik postur beban kewajiban perseroan per akhir 2025, TOBA mencatat total liabilitas sebesar US$577,77 juta. Angka ini meningkat 26,4% secara year on year (YoY) dibanding US$457,07 juta pada 2024.

Dari sisi top line, TOBA membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar US$365,86 juta. Angka ini susut dibanding US$385,78 juta pada periode 2024. Di sisi lain, beban pokok pendapatan meningkat dari US$309,21 juta menjadi US$336,17 juta.

Sementara dari sisi bottom line, TOBA membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau rugi bersih US$162,26 juta. Angka ini berbalik dari laba bersih US$25,35 juta pada periode sebelumnya. Mirza bilang, dalam jangka panjang perseroan tetap memiliki prospek positif.

"Kami secara aktif melakukan komunikasi dan edukasi kepada investor mengenai fundamental perseroan dan prospek jangka panjang bisnis transisi energi," jelasnya.

Melihat situasi pasar sekarang, Mirza optimistis minat investor akan terjaga jika didasari oleh fundamental yang kuat. Fokus TOBA tetap pada akselerasi transisi energi seperti sektor pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang menarik bagi investor strategis.

Sebelumnya, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai penyerapan rights issue mungkin akan terganggu, terutama di tengah tingginya volatilitas yang terjadi saat ini.

"Namun apabila perusahaan tersebut memiliki fundamental dan cash flow yang kuat, serta prospek bisnis di masa yang akan datang, kami melihat hal ini justru menjadi sebuah kesempatan bagi pelaku pasar dan investor," kata Nico kepada Bisnis, Senin (16/3/2026).

Dalam situasi ini Nico menekankan kehati-hatian pelaku pasar agar menghitung seberapa besar dampak dari perang yang terjadi saat ini terhadap kinerja perusahaan tersebut. Hal ini akan mempengaruhi perhitungan valuasi perusahaan di masa yang akan datang.

Menarik atau tidaknya serapan rights issue, sambung Nico, semua akan tergantung dari seberapa besar daya tarik perusahaan tersebut. Investor akan menilai sejumlah aspek seperti fundamental emiten, prospek sektornya, atau mungkin valuasi sahamnya.

"Apabila semua sentimen tersebut dipenuhi, kami melihat serapan dapat terjaga meskipun akan berkurang," ujarnya.

--

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ayah Vidi Aldiano: Sheila Dara Dapat Penghargaan Trophy the Survival dari Mertua
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Mudik Lebaran 2026: Banyuwangi Sediakan 48 Masjid Ramah Pemudik, Beroperasi 24 Jam
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bea Cukai Jakarta Periksa Puluhan Yacht di Dermaga Batavia, Cek Izin Impornya
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Cek Tarif Tol Online Seluruh Indonesia untuk Mudik 2026
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
DJP Catat Pelaporan SPT Capai 8,58 Juta, Aktivasi Coretax Tembus 16,59 Juta
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.