Maroko, VIVA – Peta sepak bola Afrika mendadak berubah setelah konfederasi sepak bola Afrika (CAF) secara resmi mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 dari tangan Timnas Senegal. Dalam keputusan yang menggemparkan tersebut, CAF menyatakan Senegal kalah forfeit dan memberikan kemenangan mutlak kepada Timnas Maroko.
Keputusan ini merupakan buntut dari insiden dramatis yang terjadi di partai final. Laga yang sejatinya dimenangi Senegal dengan skor 1-0 kini resmi dihapus dari catatan sejarah dan diubah menjadi kemenangan 3-0 untuk Maroko.
Drama Penalti dan Protes 20 Menit
Kejadian bermula tepat di akhir waktu normal saat pertandingan masih berlangsung tanpa gol. Wasit memberikan hadiah penalti kepada Maroko, sebuah keputusan yang memicu kemarahan luar biasa dari kubu Senegal.
Para pemain Senegal melakukan aksi mogok dan keluar lapangan (walk-off) yang menyebabkan pertandingan terhenti selama hampir 20 menit sebagai bentuk protes. Tak hanya itu, situasi semakin tidak terkendali ketika beberapa pendukung Senegal mencoba melakukan invasi ke dalam lapangan menjelang peluit panjang dibunyikan.
Penegakan Regulasi, Bukan Performa Olahraga
Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) menegaskan bahwa langkah hukum yang mereka ambil bukan untuk mempertanyakan kualitas permainan lawan di lapangan.
- Liverpool
"Tindakan ini tidak pernah dimaksudkan untuk menggugat performa olahraga dari tim yang berpartisipasi, melainkan semata-mata untuk meminta penerapan regulasi kompetisi secara tegas," tulis pernyataan resmi FRMF.
Berdasarkan aturan kompetisi, aksi mogok bermain dan gangguan keamanan oleh suporter menjadi dasar kuat bagi CAF untuk menyatakan Senegal telah melepaskan hak mereka dalam pertandingan tersebut.
Dampak Keputusan CAF:
Skor Resmi: Laga final resmi tercatat sebagai kemenangan 3-0 untuk Maroko.
Alasan: Aksi mogok pemain selama 20 menit dan upaya invasi lapangan oleh suporter Senegal.
Status Juara: Maroko kini sah menjadi pemegang gelar juara Piala Afrika terbaru menggantikan posisi Senegal.




