Sakit Bukan Sekadar Ujian, Ini Makna dan Keberkahannya Menurut Buya Yahya

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Bagi banyak orang, sakit sering dianggap sebagai kondisi yang tidak menyenangkan. Aktivitas menjadi terbatas, tubuh terasa lemah, dan pikiran pun ikut terganggu. Namun dalam pandangan Islam, sakit tidak hanya dilihat sebagai penderitaan semata, melainkan juga sebagai bentuk ujian yang menyimpan banyak hikmah dan keberkahan.

Pendakwah Buya Yahya menjelaskan bahwa setiap ujian sakit yang dialami oleh seorang mukmin memiliki makna yang dalam. Bahkan, sakit bisa menjadi tanda kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Menurutnya, ada beberapa kemungkinan di balik ujian sakit yang dialami seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa sakit tidak selalu berarti hal buruk, melainkan bisa menjadi jalan menuju kebaikan.

Baca Juga :
Zakat Fitrah Pakai Uang atau Beras? Ini Penjelasan Buya Yahya
Hukum Pakai Jasa Tukar Uang Baru Jelang Lebaran, Halal atau Haram? Ini Penjelasan Buya Yahya dan Ustaz Abdul Somad

“Jadi orang beriman di saat diberi sakit maka antara satu dari tiga. Pertama Allah ampuni dosanya sebab dosanya banyak dia. Tapi Allah sayang tidak ingin Allah menyiksa di akhirat diberi sakit,” jelas Buya Yahya yang dikutip dari YouTube pada Rabu, 17 Maret 2026.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa sakit bisa menjadi cara Allah menghapus dosa-dosa seorang hamba. Daripada harus menerima balasan di akhirat, seseorang diberi ujian di dunia agar kesalahannya diampuni.

Selain itu, sakit juga bisa menjadi sarana untuk meningkatkan derajat seseorang di sisi Allah. Meski di dunia terlihat biasa saja, seseorang bisa mendapatkan kedudukan tinggi di akhirat melalui kesabaran dalam menghadapi ujian.

“Yang kedua, Allah ingin mengangkat derajatnya. Dia mah orang biasa di dunia tapi ingin didudukkan dengan imam-imam besar, orang-orang hebat. Maka diberi oleh Allah sakit untuk dinaikkan pangkatnya,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut, Buya Yahya juga menjelaskan bahwa sakit bisa menjadi jalan untuk mendapatkan pahala yang besar. Bahkan, pahala bagi orang yang sabar memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan amalan lainnya.

“Yang ketiga adalah untuk disiapkan pahala yang banyak. Bahkan pahala orang sabar ini beda dengan pahala-pahala amal yang dijanjikan. Segala kebaikan kan 10 kali lipat hingga 700 kali. Kan begitu berlipat-lipat sampai 700 kali kan disebutin. Setiap kebaikan adaha 10 kali lipat sampai 700 kecuali sabar,” tandasnya.

Baca Juga :
Bisakah Orang Sedang Mudik Mendapatkan Lailatul Qadar? Ini Penjelasan Buya Yahya
Siapa yang Wajib Membayar Fidyah? Ini Penjelasan Buya Yahya Agar Tidak Keliru
Zakat Fitrah Tidak Boleh Dilebihkan, Ini Penjelasan Buya Yahya yang Perlu Diketahui Umat Muslim

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Takeda Borong Penghargaan di PR Indonesia Awards 2026, Tiga Tahun Beruntun
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus Usai Kasus Penyiraman Air Keras
• 52 menit lalutvonenews.com
thumb
Garuda (GIAA) Bidik Titik Balik di 2026, Ekuitas Positif Usai Suntikan Rp 23,7 T
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sejarah Panjalu: Dari Kerajaan Sunda hingga Islamisasi
• 12 menit lalutvrinews.com
thumb
Iran Konfirmasi Ali Larijani Tewas Bersama Putranya dalam Serangan AS-Israel
• 11 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.