REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Puluhan mobil pemudik menepi dan berhenti di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu dini hari, untuk melaksanakan sahur saat rekayasa lalu lintas satu arah dalam momen arus mudik Lebaran 2026.
Para pemudik tersebut mengarah ke Jawa Tengah melalui jalur kanan yang telah direkayasa oleh kepolisian. Salah satu pemudik, Dohri (50) dari Bogor, bersama keluarganya turut serta dalam momen ini untuk menuju ke Sampang, Madura.
"Saya membawa keluarga, mudik mau ke Sampang, Madura," kata Dohri saat ditemui. Dia duduk bersama keluarganya dengan alas seadanya di samping pembatas jalan dekat mobilnya terparkir. Dohri memilih sahur dalam situasi ini karena rest area penuh sepanjang Tol Jakarta-Cikampek.
Dia telah menyiapkan bekal makanan dari rumah untuk keluarganya yang berjumlah lebih dari lima orang. Pemberhentian ini juga dimanfaatkan untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan lebih dari lima jam dari Bogor.
"Tadi lumayan padat arah Cipali. Kemungkinan saya sampai di Sampang pada Kamis (19/3) atau malam takbiran," tambahnya.
/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%} .rec-desc {padding: 7px !important;}
Sementara itu, pemudik lain asal Cengkareng, Jakarta Barat, Nita (32), mengaku berhenti di sekitar gerbang tol karena sudah terlanjur mengambil jalur kanan sejak diberlakukannya sistem contra flow. Dia bersama keluarganya tidak bisa beralih ke jalur kiri untuk menuju rest area.
"Ya ini sekalian istirahat juga, tadi berangkat jam 11 malam, sudah lima jam lebih perjalanan. Mulai macet dari Bekasi," ungkap Nita, yang bertujuan ke Surabaya, Jawa Timur.
Hingga pukul 05.00 WIB, volume kendaraan di GT Cikampek Utama terlihat meningkat. Banyak pemudik mengantre di lajur kanan untuk memanfaatkan jalur one way.