Grid.ID - Perjuangan Aki Surib di Cirebon dapat apresiasi dari Dedi Mulyadi. Sosoknya ternyata nabung di jok becak demi kebutuhan keluarga.
Ada momen menarik saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjumpai para tukang becak di Cirebon, beberapa waktu lalu. Dalam kunjungannya itu, Dedi Mulyadi menyapa sekaligus memberikan bantuan kepada para pekerja transportasi, termasuk tukang becak, sopir angkot, dan tukang ojek menjelang hari Lebaran 2026.
Terbaru, perjuangan Aki Surib di Cirebon dapat apresiasi Dedi Mulyadi. Sosoknya ternyata nabung di jok becak demi kebutuhan keluarga.
Dalam pertemuan tersebut, seorang penarik becak yang mengenakan kaos bergambar wajah Dedi Mulyadi berhasil menarik perhatian Gubernur Jawa Barat itu. Dedi Mulyadi kemudian memberikan apresiasi kepada tukang becak lanjut usia bernama Aki Surib atas kisah hidupnya yang menginspirasi.
Di usianya yang telah menginjak 66 tahun, Aki Surib tetap gigih bekerja sebagai penarik becak untuk mencari nafkah. Saat berbincang, Dedi Mulyadi mengaku kagum dengan kegigihan Aki Surib yang rutin menyisihkan uang receh dan menyimpannya di bawah jok becaknya selama setahun demi kebutuhan keluarga.
Kepada Dedi, Aki Surib mengungkapkan bahwa dirinya memiliki empat orang anak. Seluruh anaknya kini telah berkeluarga dan merantau ke Jakarta, bekerja sebagai penjual kopi hingga juru parkir.
Di tengah kesibukannya mencari penghasilan, Aki Surib bersama sang istri yang telah menjadi kakek dan nenek juga ikut membantu merawat cucu-cucu mereka.
Momen menarik terjadi ketika pria berusia 66 tahun itu memperlihatkan isi dompet serta tempat penyimpanan uangnya. Di dalam dompetnya terdapat uang sebesar Rp1 juta, titipan dari anaknya untuk membeli pakaian bagi cucu-cucunya.
Tak hanya itu, Aki Surib juga menyimpan tabungan tersembunyi sebesar Rp2 juta di bawah jok becaknya. Ia menyebutkan, uang tersebut dikumpulkan selama sekitar satu setengah tahun dengan cara menyisihkan Rp20.000 hingga Rp30.000 setiap hari.
Ia sengaja menyimpan uang tersebut di jok becak karena khawatir akan habis jika disimpan di rumah. Meski demikian, sang istri tetap mengetahui keberadaan tabungan tersebut.
Aki Surib menabung uang receh itu demi memenuhi kebutuhan keluarga dan rumah tangganya. Melihat kegigihan tersebut, Dedi Mulyadi pun memberikan pujian atas usahanya.
“Ini contoh orang hebat,” puji Dedi Mulyadi, dikutip dari kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi.
Saat ini, selain simpanan yang disembunyikan di jok becaknya, Aki Surib juga memiliki tabungan sebesar Rp1.400.000 yang merupakan pemberian Dedi Mulyadi sebagai kompensasi saat Lebaran 2026 ketika ia tidak menarik becak.
Ia mengungkapkan, sebagian dari uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membelikan pakaian Lebaran bagi sang istri. Sementara itu, sisanya akan dimanfaatkan untuk membeli beras serta memenuhi kebutuhan sehari-hari selama ia tidak bekerja menarik becak.
Besaran kompensasi yang diterimanya kali ini diketahui hanya setengah dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp3 juta. Kendati demikian, Aki Surib tetap merasa bersyukur karena memperoleh uang tanpa harus bersusah payah mengayuh becak.
“Tahun kemarin Rp3 juta, sekarang Rp 1.400.000, alhamdulillah,” ujar Dedi Mulyadi.
Pernyataan Gubernur Jawa Barat itu pun dibenarkan oleh Aki Surib yang turut mengungkapkan rasa syukurnya. Dedi menyampaikan bahwa di tengah kondisi ekonomi yang sedang melemah, nominal uang tersebut tetap bernilai, terlebih saat ini semakin sulit mendapatkan penumpang.
Aki Surib kemudian mengungkapkan bahwa sebagian uang yang dimilikinya juga akan dipakai untuk memperbaiki rumah dengan menembok bagian tertentu. Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi pun memberikan tambahan bantuan sebesar Rp10 juta untuk mendukung biaya perbaikan rumah Aki Surib. (*)
Artikel Asli




