Haedar Nashir Imbau Warga Muhammadiyah di Bali tak Gelar Takbir Keliling untuk Hormati Nyepi

republika.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Haedar Nashir mengimbau warga Muhammadiyah yang berada di Bali, untuk tidak menggelar takbir keliling menjelang Idul Fitri tahun ini. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang merayakan Hari Raya Nyepi pada waktu yang berdekatan dengan malam takbiran.

Seperti diketahui, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Dengan demikian, malam takbiran berlangsung pada 19 Maret, yang bertepatan dengan peringatan Hari Raya Nyepi. Karena itu, Haedar meminta warga Muhammadiyah di Bali untuk tidak menggelar takbir keliling maupun takbiran menggunakan pengeras suara sebagai bentuk toleransi antarumat beragama.

Baca Juga
  • KBRI Kuala Lumpur Tutup Sementara Sambut Nyepi dan Idul Fitri
  • Candi Prambanan Tutup Saat Nyepi Meskipun Libur Lebaran Ramai Wisatawan
  • Umat Islam di Bali Boleh Takbiran tanpa Pengeras Suara Jika Malam Idul Fitri Bersamaan dengan Nyepi

"Khusus untuk warga Muhammadiyah dan takmir-takmir masjid di Bali, dengan dan atas nama tasamuh atau toleransi untuk tidak melakukan takbir keliling atau takbir yang menggunkan pengeras suara," kata Haedar saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (16/3/2026).

"Dan bolehlah, untuk kali ini melakukan takbir di rumah masing-masing," ujarnya menambahkan.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

Haedar juga mengapresiasi langkah yang diambil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali dalam menyikapi pertemuan waktu antara Idul Fitri dan Nyepi. Kebijakan tersebut dinilai mencerminkan upaya menjaga harmoni dan toleransi antarumat beragama. 

PWM Bali sendiri, diketahui mengikuti surat keputusan yang dibuat oleh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) terkait petunjuk teknis pelaksanaan takbiran agar tetap menjaga keharmonisan karena bertepatan dengan Nyepi. "Kami peroleh informasi dari Bali, bahkan Muhammadiyah Denpasar, Kota Denpasar, bahkan menginstruksikan bukan hanya takbiran di masjid, bahkan diusahakan khusus tahun ini takbiran di rumah masing-masing dengan tetap lirih, tidak perlu keluar secara mencolok gitu," ujarnya.

"Itu satu contoh. Tapi untuk salat ied, itu kan bisa dilakukan tertib karena ada kesepakatan bersama PHBI dan Pemda. Saya pikir hal yang sangat positif gitu," katanya.

Haedar juga mengingatkan perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri jika nantinya terjadi, merupakan hal yang perlu disikapi dengan saling menghargai. Masyarakat diminta menjaga suasana kondusif dan saling memberikan ruang dalam beribadah.

"Manakala ada perbedaan dalam pelaksanaan Idul Fitri, kami menghargai dan kami mohon untuk saling menghargai dan semua tempat-tempat publik untuk dapat dijadikan tempat untuk Idul Fitri, baik bagi Muhammadiyah maupun untuk warga kaum muslimin yang berbeda yang melaksanakan salat ied," ucapnya.

Lebih jauh, Haedar mengajak umat Islam di seluruh Indonesia untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan. "Substansinya justru, mari Idul Fitri ini baik dalam kesamaan maupun perbedaan, kita jadikan momentum untuk menggali, mengimplementasikan sumber-sumber pencerahan agama bagi kehidupan kita, pribadi, keluarga, masyarakat, berbangsa bernegara bahkan dalam kehidupan global yang sarat tantangan dan masalah seperti sekarang ini," ujar Haedar.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Tiket Pesawat Mahal Saat Mudik, Kemenhub Ungkap Penyebab Utama Ada pada Rute Transit
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Anggota DPR Desat Pengusutan Sampai Akar
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Menyapa "Kuda Api" di Langit Orion: Potret Mahakarya Astrofotografer Indonesia
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Akui Diskusi dengan FIFA, Meksiko Konfirmasi Isu Pindahnya Venue Pertandingan Iran
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Infrastruktur Tol Kian Matang, Mudik dengan EV Pun Semakin Nyaman
• 9 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.