REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) menggelar kegiatan Ramadan Bersama Sahabat Disabilitas Mental di Masjid Agung Kota Bogor, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini diikuti sebanyak120 peserta.
Peserta yang ikut serta merupakan disabilitas mental binaan dari 12 yayasan mitra LPM. Kegiatan ini pun menjadi momen untuk saling menjalin silaturahmi antarsahabat disabilitas mental dari berbagai yayasan.
Kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan peserta dalam setiap perlombaan seperti lomba adzan dan iqamah, hafalan surat pendek Alquran, kultum, cerdas cermat, hingga hafalan doa harian.
Irene Dwi Wahyu, pendamping dari Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan menyatakan, kegiatan ini begitu berarti bagi disabilitas mental sebagai salah satu model terapi.
/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%} .rec-desc {padding: 7px !important;}
‘’Kegiatan ini sangat bermakna karena di balik kegiatan ini juga merupakan terapi bagi pasien disabilitas mental. Dengan perlombaan kayak gini bisa meningkatkan kepercayaan diri pasien, meningkatkan motivasi dan komunikasi maupun sosialisasi bagi pasien. Mereka juga lebih teredukasi tentang Ramadhan dan berpuasa,” ujarnya, dalam keterangan, Selasa (17/3/2026).
Irene juga mengatakan, peserta sangat antusias untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. Meski sebagian besar di antara mereka berpuasa sebab kesembuhan mereka telah mencapai 80 persen, namun antusias mereka tampak tak padam hingga kegiatan berakhir.
“Alhamdulillah pasien dampingan saya semuanya hampir berpuasa, karena memang gejala kekambuhannya sudah minim, tapi mereka sangat antusias. Pagi-pagi sudah siap-siap dan mereka tampak sangat have fun,” tambahnya.
Tubagus Iim Nurrohim, Kepala Bagian Program Pembinaan Dhuafa LPM menyatakan, kegiatan ini menjadi momentum yang baik dengan mengajak sahabat disabilitas mental bersama-sama menyemarakkan Ramadhan lewat kegiatan positif.
"Dalam kegiatan ini, kami mengajak sahabat disabilitas mental saling unjuk bakat dalam momentum Ramadhan. Kemudian lewat kegiatan ini juga, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat umum bahwa disabilitas mental itu mampu melakukan kegiatan yang dilakukan orang pada umumnya," ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba serta pembagian hadiah bagi pemenang.
Iim berharap, lewat kegiatan ini dapat semakin mensyiarkan kepada masyarakat luas untuk menepis stigma negatif tentang disabilitas mental serta meningkatkan kepercayaan diri mereka. Sehingga mereka pun bisa diterima dalam hidup bermasyarakat.