Halal bihalal biasanya dilakukan sesudah perayaan Idul Fitri. Pada momen ini biasanya sebuah keluarga mengadakan acara berkumpul bersama sambil bermaaf-maafan.
Rupanya, dalam KBBI halal bihalal juga diartikan sama. Dalam kamus berbahasa Indonesia tersebut halal bihalal memiliki arti hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan; biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dan sebagainya) oleh sekelompok orang.
Dilansir website NU, dalam kamus Jawa-Belanda karya Pigeaud tahun 1938, tertulis "halal behalal" yang berarti salam (datang, pergi) untuk memohon maaf atas kesalahan kepada orang lebih tua atau lainnya setelah puasa (Lebaran, tahun baru Jawa).
Sementara itu, dalam manuskrip Babad Cirebon CS 114/ PNRI halaman 73 dengan huruf Arab Pegon juga telah tertulis kata "halal bahalal".
Sedangkan tradisi halal bihalal diketahui sudah dipraktikkan sejak abad ke-18 atau tahun 1700-an yang berakar dari "Pisowanan" di Praja Mangkunegaran Surakarta.
Lebih lanjut, Raja Mangkunegaran I dikisahkan sebagai orang pertama yang mengadakan acara halal bi halal dengan para raja dan prajurit di istana. Pada acara tersebut seluruh punggawa dan prajurit melakukan tradisi sungkem kepada raja serta permaisuri.
Kisah Tradisi Halal Bihalal Dipopulerkan Pedagang Martabak IndiaMenariknya, kisah lain menyebutkan bahwa istilah halal bi halal juga dipopulerkan oleh pedagang martabak asal India di Taman Sriwedari Solo sekitar tahun 1935-1936.
Pedagang tersebut yang memiliki asisten dibantu dalam mempromosikan dagangannya dengan kata, "Martabak Malabar, halal bin halal, halal bin halal". Sejak itu, tradisi halal bihalal kian populer di kalangan masyarakat Solo.
Kemudian warga Solo dan sekitarnya menggunakan istilah tersebut setiap kali datang ke acara di taman Sriwedari di Hari Raya Idul Fitri.
Perkembangan kebiasaan halal bihalal juga dilakukan pada zaman kepemimpinan Presiden Soekarno pada 1948. Presiden Soekarno kerap mengundang tokoh-tokoh politik datang ke Istana Negara untuk mengadakan acara bertema halal bihalal.
Acara tersebut biasanya diadakan duduk bersama dalam satu meja dan saling maaf-maafan. Sejak saat itulah berbagai instansi pemerintahan turut menyelenggarakan acara halal bihalal.
Mulai dari tradisi bersejarah, ternyata halal bihalal telah menyatukan banyak keluarga Indonesia dalam momen yang membahagiakan saat Idul Fitri.
Nah, kalau acara halal bihalal versi keluarga kamu seperti apa?





