Bea Cukai Jakarta Periksa Puluhan Yacht di Ancol Jakut

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Bea Cukai Jakarta memeriksa sejumlah kapal pesiar pribadi atau yacht. Sebanyak 82 yacht di perairan dan sedang sandar di dermaga Batavia Marina diperiksa.

Bea Cukai Jakarta menegaskan pemeriksaan ini bagian dari upaya mengoptimalkan penerimaan negara dari peredaran barang mewah, memberantas underground economy, sekaligus menegakkan keadilan fiskal (fiscal equity) bagi warga negara.

"Kami menjalankan kegiatan ini sebagai mandatory pelaksanaan tugas sebagaimana diarahkan Pak Menteri Keuangan dan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) untuk mengoptimalkan penerimaan negara," ujar Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Bea Cukai Jakarta, Hendri Darnadi, Selasa (17/3/2025).

"Rakyat bawah, UMKM, bahkan mereka yang membeli motor untuk pekerjaannya, semisal ojek online, tetap membayar bea dan pajak, memenuhi kewajibannya dari motor yang dibeli. Masa mereka yang membeli high value goods dan luxury goods tidak membayar sesuai kewajibannya," imbuh Hendri.

Foto: Bea Cukai Jakarta Periksa Puluhan Yacht di Ancol Jakut. (Dok. ist)
Baca juga: Pelaku Penyelundupan Samarkan 3 Ton Sisik Trenggiling dengan Mi dan Teripang

Terhadap yacht itu, pihaknya akan memastikan apakah pemilik sudah memenuhi izin formalitas dan kewajiban pabeanannya. Di antara jika disinyalir ada yang tidak comply dengan peraturan impor dan kepabeanan dengan modus impor sementara atau menggunakan bendera asing.

"Bagaimana dengan hasilnya nanti, sedang kami dalami lebih lanjut'" imbuhnya

Bea Cukai Jakarta berkomitmen melakukan penertiban kepabeanan dan cukai kepada stakeholders terkait. Adapun tindakan pemeriksaan serupa akan dilakukan berkelanjutan.

Pemeriksaan itu setidaknya untuk mengecek administrasi dari barang-barang impor dan ekspor, agar sesuai dengan peraturan. Selain terhadap barang-barang mewah, Bea Cukai Jakarta juga akan concern terhadap upaya menertibkan underground economy.

"Di teritorial jakarta ini, Bea Cukai Jakarta akan sisir kegiatan atau apapun yang disebut underground economy apapun bentuknya. Kita akan coba untuk mereduksi dan memerangi apa yang disebut dengan underground economy. Semoga kita nanti semangat ini bisa kemudian menjadi inspirasi di bea cukai yang lain," kata Hendri.




(idn/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
One Way Tol Cikatama–Brebes Diberlakukan, Jalur Arteri Cirebon Arah Jakarta Padat
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Bocah di Palembang Jatuh dari Lantai 2 Masjid lalu Tewas Tertusuk Pagar Runcing
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
WFP Sebut Perang Iran Bisa Picu Kelaparan Global
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Dilaporkan Maduro Mengalami Kehancuran Mental di Penjara New York, Setiap Malam Berteriak di Sel
• 17 jam laluerabaru.net
thumb
Betapa Percaya Dirinya Marc Marquez Sebut Regulasi Baru akan Buat MotoGP 2027 Lebih Kencang dari Musim Ini
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.