EtIndonesia. Pada malam hari Maduro berteriak dalam bahasa Spanyol di dalam selnya: “Saya adalah presiden Venezuela! Katakan kepada negara saya bahwa mereka menculik saya dan menyiksa kami di sini!”
Para penjaga penjara maupun narapidana lain dilaporkan dapat mendengar teriakannya dengan jelas.
Sumber itu juga mengatakan bahwa untuk mencegah kemungkinan insiden, pihak penjara menempatkan mantan pemimpin Venezuela tersebut di area pengawasan khusus. Area ini biasanya digunakan untuk menahan narapidana yang berisiko bunuh diri, membutuhkan isolasi disiplin, atau dianggap sangat sensitif dan berbahaya.
Maduro ditempatkan sendirian di sel berukuran sekitar 3 meter × 2 meter, yang dilengkapi dengan tempat tidur logam, toilet, wastafel, dan sebuah jendela kecil.
Ia hanya diizinkan keluar dari sel sebanyak tiga kali seminggu, dengan waktu sekitar satu jam setiap kali.
Selama waktu keluar tersebut, ia harus tetap memakai borgol dan selalu dikawal oleh dua penjaga penjara. Dalam waktu singkat itu, ia bisa memilih untuk mandi, memeriksa email yang diawasi, menggunakan telepon, atau berjalan di halaman kecil penjara.
Manajemen Metropolitan Detention Center Brooklyn juga mengkonfirmasi kepada media asing bahwa Maduro memang mengalami masalah psikologis serius di penjara. Ia sering mengalami serangan kecemasan dan berulang kali berteriak di area keamanan tinggi: “Saya presiden!”
Pada 3 Januari dini hari, militer AS melakukan operasi mendadak di ibu kota Venezuela, Caracas, dan menangkap Maduro serta istrinya hidup-hidup di kediaman resmi mereka, sebelum langsung menerbangkan mereka ke New York untuk ditahan. Peristiwa ini mengejutkan dunia.
Presiden AS Donald Trump pada pukul 04.21 pagi hari itu juga mengunggah foto penangkapan Maduro di platform media sosial Truth Social, yang menunjukkan Maduro dalam keadaan mata tertutup kain penutup, tangan diborgol, dan mengenakan celana olahraga abu-abu.
Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa Maduro didakwa atas berbagai tuduhan, termasuk:
- narco-terrorism (terorisme narkoba)
- konspirasi penyelundupan kokain
- kepemilikan senapan mesin dan senjata destruktif terhadap Amerika Serikat
Maduro dan istrinya telah didakwa di Pengadilan Distrik Federal Distrik Selatan New York.
Setelah Maduro ditangkap, Wakil Presiden Venezuela sekaligus Menteri Perminyakan Delcy Rodríguez pada 5 Januari secara resmi dilantik sebagai presiden sementara. Ia menyatakan bahwa prioritas utama pemerintah baru adalah membangun hubungan yang “seimbang dan saling menghormati” dengan Amerika Serikat.
Namun Trump memperingatkan bahwa jika pemerintah baru tidak bekerja sama dengan Amerika Serikat, mereka akan “membayar harga yang sangat mahal.”
Tak lama kemudian, pemerintah Venezuela memenuhi beberapa tuntutan AS, termasuk membebaskan seluruh tahanan politik. Banyak warga Venezuela turun ke jalan merayakan dan menyambut kebebasan yang telah lama dinantikan.
Laporan gabungan oleh reporter Luo Tingting/Wen Hui





