Antisipasi Potensi Kecelakaan Laut, Polri Siagakan 5 Kapal di Jalur Strategis Nasional

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Polri memperkuat pengamanan jalur mudik laut dengan menyiagakan kapal patroli dan ratusan personel gabungan guna mengantisipasi potensi kecelakaan di perairan selama periode Lebaran 2026.

Komjen Pol. Dedi Prasetyo Wakapolri menegaskan kesiapsiagaan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk menghadapi situasi darurat di jalur penyeberangan nasional.

“Ya, kita tidak menghendaki, tapi situasi kontingensi kedaruratan ketika terjadi laka (kecelakaan) air, nah sudah dipersiapkan. Ya, ada 16 kapal dipersiapkan, 320 personel gabungan dari TNI, Basarnas, dari Polair, dan dari Polri juga dipersiapkan untuk mengantisipasi situasi kontingensi,” kata Dedi saat meninjau Pos Pengamanan Pelabuhan Bakauheni, Selasa (17/3/2026).

Sebagai penguatan di jalur mudik laut nasional, Polri mengerahkan lima kapal utama yang disiagakan di titik-titik strategis berikut:

• KP BIMA – 7014 (Klas A3) – Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur
• KP KASTURI – 6002 (Klas B1/B2) – Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat
• KP MANYAR – 5003 (Klas B2) – Pelabuhan Gilimanuk, Bali
• KP GELATIK – 5016 (Klas B2) – Pelabuhan Merak, Banten
• KP GAGAK – 3011 (Klas C1) – Pelabuhan Bakauheni, Lampung

Kapal-kapal ini memiliki kemampuan operasional tinggi, mulai dari kecepatan hingga 30 knots, daya jelajah hingga sepuluh hari, serta dilengkapi peralatan keselamatan untuk mendukung patroli, pertolongan pertama (SAR awal), dan respons cepat dalam penanganan kejadian darurat di laut.

Sebagai contoh implementasi kesiapsiagaan, di jalur penyeberangan Merak–Bakauheni, telah disiagakan 16 kapal gabungan dan 320 personel dari unsur TNI, Basarnas, Polair, Polri, serta stakeholder pelayaran lainnya.

Seluruh kekuatan ditempatkan di titik strategis yang mudah dijangkau guna memastikan penanganan cepat dalam kondisi darurat.

Kemudian koordinasi dilakukan dengan ASDP dan operator kapal, sehingga setiap potensi kecelakaan laut dapat ditangani secara cepat, terpadu, dan efektif.

Selain itu, Polri mengedepankan pendekatan berbasis data real-time dalam mitigasi risiko. Perhitungan kebutuhan alat keselamatan seperti life jacket, kesiapan armada, hingga skenario evakuasi dilakukan untuk meminimalkan potensi fatalitas.

Polri memprediksi peningkatan arus mudik di sejumlah pelabuhan strategis, termasuk Bakauheni, mulai pertengahan Maret 2026, dengan puncak arus mudik pada 18–19 Maret 2026. Sementara arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026. (lea/saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri Tito Karnavian Desak Pemda Percepat Pendataan Huntap Korban Bencana di Sumatera
• 2 jam lalupantau.com
thumb
5 Rekomendasi Mesin Cuci Terbaik 2026 yang Hemat Listrik, Baju Kinclong dan Bebas Kuman
• 8 jam lalumatamata.com
thumb
Dituding Telantarkan Anak, Denada Tunjukkan Bukti Rutin Transfer Ressa Rizky: Padahal Aku Lagi Gak Ada Duit!
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
DJP Imbau Wajib Pajak Lapor SPT sebelum Mudik Lebaran
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Berita Foto: Momen Seskab Teddy Tinjau Langsung Arus Mudik di Stasiun Pasar Senen
• 56 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.