Larijani Kirim Pesan untuk Umat Islam Dunia, Araghchi Ungkap Bagaimana Akhir Perang Menurut Iran

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengatakan pada Senin (16/3/2026) ini bahwa tidak ada negara Islam yang berdiri di pihak rakyat Iran dalam perang Amerika-Israel terhadap negaranya.

“Kecuali dalam kasus-kasus langka dan dalam batas-batas sikap politik," kata dia, dikutip Aljazeera, Selasa (17/3/2026).

Baca Juga
  • Lihat Kerusakan Fatal Akibat Rudal Hizbullah yang Sukses Hancurkan Nahariya Israel
  • Eksklusif ke Aljazeera, Ini Faktor yang Membuat Iran tak akan Hentikan Perang
  • Ada Jejak Almarhum Muamar Gaddafi Libya di Balik Kedigdayaan Rudal-Rudal Iran Masa Kini

Larijani menekankan dalam surat yang ditujukan kepada umat Islam dan pemerintah negara-negara Islam, rakyat Iran berhasil menekan musuh hingga dia tak mampu menemukan jalan keluar dari kebuntuan strategis.

Dia mengatakan, beberapa negara menganggap negaranya sebagai musuh, karena Teheran menargetkan pangkalan dan kepentingan Amerika serta kepentingan Israel di wilayahnya.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dia bertanya, "Apakah Iran diminta untuk berdiam diri sementara pangkalan Amerika di negara-negara tersebut digunakan untuk menyerang mereka?", kata dia sembari menggambarkan dalih negara-negara tersebut sebagai lemah.

Dia bertanya, "Bukankah sikap beberapa pemerintah Islam bertentangan dengan perkataan Nabi (Barangsiapa mendengar seseorang berseru, 'Wahai umat Islam,' lalu tidak menjawabnya, maka dia bukanlah seorang Muslim)?", sambil berkomentar, "Islam macam apa ini?"

Dalam pertanyaan yang ditujukan kepada umat Islam, pejabat Iran itu berkata, "Di pihak mana kalian berdiri?", sambil menegaskan bahwa perang ini melibatkan dua pihak, "Amerika dan Israel di satu sisi, serta Teheran yang Muslim dan kekuatan perlawanan di sisi lain."

Larijani mengatakan negaranya terus berada di jalur perlawanan dan menghadapi Amerika dan Israel, sambil menunjuk bahwa Iran menjadi sasaran apa yang dia gambarkan sebagai agresi licik yang terjadi selama negosiasi dengan Washington, dan bahwa tujuannya adalah menghancurkan Iran.

عبدٌ من عباد الله

علي لاريجاني https://t.co/bwICBtOPRM pic.twitter.com/prh5F02Krh

— Ali Larijani | علی لاریجانی (@alilarijani_ir) March 16, 2026

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Ditutup Naik 1,2%, Saham Transportasi GIAA dan ASSA Melesat Jelang Lebaran
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Rekrutmen Tenaga Kesehatan RS Tzu Chi PIK, Ini Posisi yang Dibuka
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
3 Emiten Emas RI Tembus Indeks Dunia, Investor Global Langsung Antri?
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Posisi Hilal Hasil Perhitungan Bosscha ITB 19 Maret 2026
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Bareskrim Bongkar Peredaran 12,9 Ton Daging Domba Kedaluwarsa
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.