Lonjakan mobilitas masyarakat pada mudik Idulfitri 2026 yang diproyeksikan mencapai 143,9 juta orang meningkatkan risiko perjalanan, mulai dari kecelakaan hingga gangguan operasional, sehingga mendorong kebutuhan perlindungan tambahan seperti asuransi perjalanan.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, mayoritas pemudik masih mengandalkan transportasi darat, dengan sekitar 76,24 juta orang menggunakan mobil pribadi. Sementara itu, 23,3 juta orang diperkirakan menggunakan bus, sekitar 19–20 juta menggunakan kereta api, dan 7–8 juta lainnya memilih pesawat.
Direktur & Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia Ignatius Hendrawan mengatakan perencanaan perjalanan menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan selama mudik, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi.
“Perjalanan mudik sering kali melibatkan waktu tempuh yang panjang dan mobilitas tinggi. Apalagi bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Karena itu, penting untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari memastikan kondisi tubuh tetap fit, menyiapkan bekal perjalanan, hingga memperhatikan kondisi kendaraan yang digunakan, khususnya untuk mobil pribadi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).
Tingginya mobilitas tersebut meningkatkan potensi risiko seperti kecelakaan, keterlambatan perjalanan, hingga kondisi darurat medis. Kondisi ini mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan perjalanan.
“Perlindungan dapat membantu memberikan rasa aman tambahan ketika risiko tak terduga terjadi selama perjalanan. Dengan adanya perlindungan yang tepat, masyarakat dapat lebih fokus menikmati momen mudik dan berkumpul bersama keluarga tanpa rasa khawatir,” kata Ignatius.
Baca Juga: Jasa Raharja Proyeksikan Klaim Mudik Menurun
Baca Juga: Pemerintah Tekan Biaya Mudik 2026 dengan Diskon Tarif dan Kesiapan Infrastruktur
Baca Juga: Sebanyak 143,9 Juta Orang Mudik, 52% Pakai Kendaraan Pribadi
Merespons kebutuhan tersebut, Allianz menawarkan produk asuransi perjalanan seperti Allianz TravelPro yang dapat diakses secara digital melalui platform OptimAll untuk perjalanan domestik maupun internasional. Produk ini mencakup perlindungan terhadap pembatalan perjalanan, biaya medis akibat kecelakaan, hingga evakuasi darurat.
Selain itu, tersedia pula TravelPro Domestic yang memberikan perlindungan perjalanan dengan jarak minimal 100 kilometer dari tempat tinggal menuju destinasi.
Perlindungan asuransi juga mencakup berbagai risiko perjalanan lainnya seperti penundaan penerbangan, keterlambatan bagasi, hingga kehilangan atau kerusakan barang bawaan.





