Trump ingin tunda kunjungan, China sebut masih komunikasi dengan AS

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Beijing (ANTARA) - Pemerintah China menyebut tetap menjaga komunikasi dengan Amerika Serikat (AS) meski Presiden AS Donald Trump menyebut berniat menunda kunjungan ke Beijing untuk bertemu Presiden Xi Jinping.

"China dan AS tetap menjalin komunikasi terkait kunjungan Presiden Trump ke China," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa.

Presiden AS Donald Trump, Senin (16/3) mengatakan ingin menunda kunjungan ke Beijing untuk bertemu Presiden China Xi Jinping selama "sekitar satu bulan" akibat perang yang sedang berlangsung dengan Iran. Sebelumnya, Trump dijadwalkan mengunjungi ibu kota China pada 31 Maret-2 April 2026.

Saat ditanya apakah alasan Trump akan menunda menunda kunjungan ke China karena China tidak membantu mengatasi ketegangan Selat Hormuz, Lin Jian mengatakan hal tersebut keliru.

"Kami mencatat bahwa pihak AS telah secara terbuka memberikan klarifikasi mengenai laporan media yang keliru tersebut, dengan menyebut hal itu sepenuhnya 'palsu'. Pihak AS menegaskan bahwa kunjungan tersebut tidak terkait dengan isu mengenai Selat Hormuz," tambah Lin Jian.

Namun Lin Jian tidak menjelaskan kapan waktu pengganti kunjungan Trump ke China bila Trump benar-benar menunda rencana datang ke Tiongkok. "China dan AS tetap menjalin komunikasi terkait kunjungan Presiden Trump ke China, termasuk mengenai tanggal pelaksanaannya. Saat ini, saya tidak memiliki hal lain untuk disampaikan," ungkap Lin Jian.

Sebelumnya Trump mengatakan ingin tetap berada di AS saat operasi "Epic Fury" yaitu perang AS-Israel melawan Iran berlangsung sejak 28 Februari 2026.

"Kami sedang mengupayakannya sekarang, saya ingin sekali pergi ke China, tetapi karena perang ini, saya ingin berada di sini. Saya harus berada di sini," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval.

"Saya menantikan untuk bertemu dengannya. Kami memiliki hubungan yang sangat baik," ungkap Trump sambil mengatakan AS telah meminta China untuk menunda pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping.

Pada pertemuan tingkat tinggi pejabat ekonomi AS-China di Paris pada 15-16 Maret 2026 yang dipimpin Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Bessent menyiratkan bahwa pembahasan mereka terutama berfokus pada isu perdagangan, termasuk penjelasan kebijakan tarif baru pemerintahan Trump.

Setelah Mahkamah Agung pada Februari memutuskan bahwa Trump tidak dapat menggunakan undang-undang darurat era 1970-an untuk memberlakukan tarif besar tanpa persetujuan Kongres, pemerintahannya kini berupaya menggantinya dengan tarif baru melalui kerangka hukum yang berbeda.

Pekan lalu, pemerintah AS membuka penyelidikan berdasarkan Section 301 dari Trade Act 1974 terhadap China dan sejumlah negara lain terkait dugaan praktik kelebihan kapasitas industri dan kerja paksa.

Sejak tahun lalu, Bessent dan He telah memimpin beberapa putaran negosiasi perdagangan di berbagai kota termasuk Jenewa, Stockholm, dan Kuala Lumpur. Rangkaian pembicaraan tersebut turut mempersiapkan pertemuan Trump dengan Xi pada akhir Oktober di Korea Selatan, di mana kedua presiden menyepakati tidak adanya perang dagang antara kedua negara selama satu tahun.

Presiden Trump diketahui memang terus menekan negara-negara yang bergantung pada minyak Timur Tengah untuk mengirim kapal perang guna mengamankan jalur pelayaran penting itu. Ia juga mengeklaim banyak negara telah bersiap untuk membantu, tetapi tidak menjelaskan negara mana yang mendukung dan mana yang tidak.

Trump juga mengeluhkan bahwa beberapa sekutu AS enggan terlibat, meskipun AS telah membantu mereka selama “bertahun-tahun.”

Baca juga: Trump tunda kunjungan ke China "sekitar sebulan, masih perangi Iran"

Baca juga: China jawab Trump soal bantu pulihkan lalu lintas di Selat Hormuz


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kerja Tak Henti, Hidup Tak Pasti: Paradoks Working Poor di Indonesia
• 10 jam laludetik.com
thumb
Kemenhub Berangkatkan Ribuan Peserta Mudik Gratis ke Jawa dan Sumatera
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Korlantas Polri Sebut Angka Kecelakaan Mudik Turun Signifikan
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Viral Pria di Tangerang Protes Kucingnya Dijaring tapi Malah Dicekik
• 4 jam laludetik.com
thumb
Idul Fitri atau Idulfitri? Begini Penjelasan dari KBBI-Jadi Lebih Paham
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.