Usai Lebaran, Pemerintah Hidupkan Kembali Tambak dan Sawah Terdampak Bencana Sumatera

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan menghidupkan kembali tambak dan lahan sawah yang sempat terendam lumpur pascabencana Sumatera setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengatakan, kepastian itu didapatnya setelah berkoordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

"Banyak pertanyaan dari masyarakat yang terdampak, tambak udang sama sawah-sawah yang berlumpur itu. Saya sudah koordinasi dengan Menteri KKP barusan tadi. Kapan mau realisasi? Kami sudah melakukan pemetaan dan akan dilaksanakan setelah Lebaran," kata Tito usai mengikuti rapat koordinasi di Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).

Baca juga: Mensesneg Pastikan Anggaran MBG dan Kopdes Tak Dipotong di Tengah Wacana Efisiensi

Tito menyampaikan, para menteri terkait akan langsung mengidentifikasi dan menghidupkan kembali tambak dan lahan sawah yang sempat mati itu.

Adapun saat ini, kementerian terkait tengah memetakan tambak dan sawah sesuai dua kategori, yakni dapat ditanami langsung maupun dibersihkan terlebih dahulu.

"Yang ditanam langsung itu namanya optimalisasi lahan. Tapi yang sudah isinya batu saja, kayu, ya itu mau nggak mau, nggak bisa ditanam. Itu harus dibersihkan namanya program cetak sawah baru meskipun sawahnya sawah lama. Tapi anggarannya anggaran cetak sawah baru," ucap Tito.

Adapun penyelesaiannya akan bergantung pada laus tambak maupun lahan sawah.

Baca juga: Mensesneg Pimpin Rakor Pengawasan Program Prioritas Presiden Prabowo di Kemenhan

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Tito pun memastikan dua kementerian itu tidak bergerak sendiri. Dirinya akan terus mengawal pemulihan hingga tambak dan lahan sawah dapat digunakan kembali.

"Pertambakan ini banyak yang di Aceh bagian utara, bagian timur. Tapi kalau sawah, itu selain dataran rendah, juga di Aceh, juga di Tapanuli Tengah, Tapanuli selatan, kemudian di Sumbar Agam, Padang Pariaman juga banyak yang terdampak. Jadi kerjaannya Pak Mentan jauh lebih banyak," tandas Tito.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Inggris Enggan Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Salat di Lokasi Terlarang di Masjidil Haram, Seorang Pria Diamankan
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 1447 Hijriah Digelar 19 Maret 2026 dengan Pemantauan Hilal di 117 Lokasi
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Selat Hormuz: Trump kesal sekutu AS enggan kirim kapal
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Kakorlantas Dampingi Kapolri ke Jateng Pantau Arus Mudik Lebaran 2026, Luar Biasa
• 18 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.