Perjalanan Malam Pemudik, Penuh Harap Menuju Kampung

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Malam menyelimuti jalur Kalimalang, namun jalanan justru mulai hidup.

Di Simpang BCP, Jalan KH Noer Ali, Bekasi Selatan, arus pemudik dari arah Jakarta dan Tangerang perlahan mengalir, Senin (16/3/2026).

Lampu kendaraan berpendar di sepanjang jalan. Sepeda motor dan mobil melintas membawa barang bawaan, seolah mengangkut harapan untuk segera sampai di kampung halaman.

Baca juga: Momen Pemudik Selfie Bareng Seskab Teddy Berujung Difotokan Dirut KAI

Iman (29), pemudik asal Jakarta yang hendak menuju Jawa Tengah, memilih berangkat malam hari. Selain lebih sejuk, perjalanan juga dirasa lebih lancar.

“Kalau jalannya siang panas. Terus menghindari kemacetan juga,” ujar Iman saat ditemui di lokasi.

Ia mengatakan, mudik tahun ini tak jauh berbeda dari sebelumnya. Namun, berangkat malam membuat perjalanan terasa lebih nyaman, sekaligus membantu menjaga ibadah puasa.

“Biar enggak mokel (batal puasa) juga di jalan sih. Apalagi saya berangkat pakai motor,” kata dia.

Setahun sudah ia tak pulang. Ada rindu yang ingin segera dituntaskan setibanya di kampung nanti.

Baca juga: Hotel Kucing di Bekasi Ramai Jelang Lebaran, Ada yang Booking Sejak Januari

“Kalau udah sampai kampung, mau langsung ketemu orang tua,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Dian (27), warga Tangerang yang juga menuju Jawa Tengah.

Ia sengaja memulai perjalanan sekitar pukul 19.00 WIB agar terhindar dari panas dan kemacetan.

“Sebelumnya udah sering mudik pakai motor. Ini sengaja jalan malam biar enggak panas, sama enggak terlalu macet juga,” ujar Dian.

Perjalanan panjang membuatnya biasanya tiba keesokan hari. Sesampainya di kampung, ia hanya ingin beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh.

Bagi Dian, mudik adalah momen yang selalu ditunggu karena hanya terjadi sekali dalam setahun.

Baca juga: Perantau Asal Bengkulu Langsung Nabung Usai Lebaran Agar Bisa Mudik Tiap Tahun

Pantauan Kompas.com menunjukkan arus kendaraan pribadi, terutama sepeda motor, mulai meningkat pada malam hari di jalur Kalimalang.

Meski belum terjadi kepadatan, arus diperkirakan akan terus bertambah mendekati puncak mudik Lebaran.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di bawah langit malam, para pemudik terus melaju, membawa harapan untuk pulang, dan rindu yang ingin segera dituntaskan di kampung halaman.

(Reporter: Nurpini Aulia Rapika | Editor: Faieq Hidayat)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BI Tahan Suku Bunga Acuan, Respons Eskalasi Perang Timur Tengah
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kapal KM Citra Meledak dan Terbakar di Selayar, Kapten dan Satu ABK Tewas
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
5 Tips Menghilangkan Kantuk saat Perjalanan Mudik
• 8 menit lalutabloidbintang.com
thumb
Iran Bombardir Tangki Bahan Bakar Dubai, Penerbangan Ditangguhkan
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tingkatkan Daya Saing Angkutan KA Kontainer, KAI Logistik siapkan Skema Block Space
• 13 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.