Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tetap menjadi kota yang inklusif dan terbuka bagi siapa saja.
Ia memastikan Pemprov DKI tidak akan menggelar operasi yustisi terhadap pendatang baru yang datang ke ibu kota.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono usai melepas ribuan peserta program mudik gratis di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (17/3).
Menurut Pramono, Jakarta terbuka bagi masyarakat dari berbagai daerah yang ingin datang maupun kembali ke ibu kota. “Saat kembali ke Jakarta, tentunya sebagai Pemerintah DKI Jakarta kami mengharapkan siapa pun yang akan kembali dan masuk Jakarta, Jakarta terbuka," ujarnya.
Meski demikian, Pramono mengingatkan para pendatang agar memiliki keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja. Ia menilai kehidupan di Jakarta tidak selalu mudah seperti yang sering dibayangkan banyak orang.
Menurutnya, masyarakat yang ingin bekerja di Jakarta harus siap bekerja keras dan memiliki keahlian agar dapat meningkatkan kesejahteraan hidup.
"Karena kehidupan di Jakarta tidak seperti yang digambarkan bahwa baik-baik saja. Ternyata tidak. Harus bekerja keras untuk bisa melakukan itu. Dan kami sudah memutuskan tidak akan ada operasi yustisi. Jadi Jakarta terbuka bagi siapa saja,” kata Pramono.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga berpesan kepada para pemudik agar menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama perjalanan.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang pulang kampung agar tidak memberikan harapan berlebihan kepada saudara atau sanak keluarga di daerah untuk bekerja di Jakarta tanpa bekal keterampilan.
"Jakarta terbuka bagi siapa saja. Tetapi jangan menjanjikan sesuatu yang mengiming-imingi atau mengharapkan sesuatu yang ternyata tidak semua orang bisa bertarung di Jakarta,” ujarnya.





