Selidiki Bahan Kimia dari Ledakan di Masjid Raya Pesona Alhabsyi Jember

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

SURABAYA, KOMPAS - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Nanang Avianto menyatakan, tim penyidik memeriksa bahan kimia dari ledakan misterius di Masjid Raya Pesona Alhabsyi, Pesona Regency, Dusun Krajan, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.

Bahan kimia itu didapat tim penyidik setelah melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP). Ledakan terjadi pada Senin (16/3/2026) menjelang pukul 20.00 WIB. Ledakan saat para jemaah melaksanakan shalat tarawih.

Sumber ledakan ialah lemari besi yang menurut pengelola masjid sudah bertahun-tahun tidak digunakan lagi. Lemari itu berada dekat dengan tempat wudhu jemaah laki-laki. Ledakan merusak lemari, menjebol roster atau dinding ventilasi dari susunan balok, dan plafon pelataran masjid.

Tim penyidik belum dapat menyimpulkan apakah bahan kimia dimaksud merupakan residu dari petasan atau peledak lainnya. ”Kami perlu ketelitian dan tidak terburu-buru dalam penyelidikan agar hasilnya akurat karena ada dugaan bahan-bahan dari zat kimia di lokasi sehingga proses pengambilan barang bukti memerlukan peralatan khusus. Jadi, memerlukan ketelitian dan ketepatan,” ujar Nanang dalam konferensi pers di Kepolisian Resor Jember pada Selasa (17/3/2026) siang.

Nanang melanjutkan, tim penyidik perlu menempuh penyelidikan secara ilmiah atau scientific investigation untuk mengungkap insiden itu. ”Adanya cairan di jeriken masih kami dalami dan dugaan awal ledakan berasal dari lemari besi. Kami belum bisa menyampaikan kapan hasil olah TKP akan keluar, tetapi berusaha secepatnya," katanya.

Baca JugaPolda Jatim Selidiki Ledakan di Masjid Raya Pesona Alhabsyi Jember
Baca JugaLedakan di Masjid Jember, Polisi Selidiki Penyebabnya

Untuk menyelidiki ledakan itu, tim gabungan dikerahkan. Polda Jatim menurunkan penjinak bom Detasemen Gegana, Laboratorium Forensik, Inafis, dan Direktorat Reserse Kriminal Umum. Tim-tim itu kian menguatkan penyelidikan awal dari petugas Kepolisian Resor Jember.

Nanang menyatakan, ledakan tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kendati demikian, ada seorang jemaah yang sempat dibawa untuk perawatan di RSUD Dr Soebandi karena pendengarannya terdampak ledakan. ”Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini, kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang dapat menimbulkan keresahan,” ujarnya.

Sampai saat ini, masjid masih dalam kondisi steril. Petugas telah memasang garis polisi dan berjaga. Masyarakat sementara tidak diperkenankan mendekati apalagi beraktivitas di masjid. Kegiatan keagamaan sementara ditiadakan atau dipindah ke lokasi lainnya.

Menurut Nanang, sejumlah saksi dipanggil dan diperiksa. Mereka dianggap mengetahui atau menjadi saksi mata ledakan. Antara lain Ketua RT, Ketua RW, pengurus masjid, dan kalangan jemaah.

Tim penyidik juga telah mengambil rekaman video kamera pengawas di masjid dan lingkungan perumahan elite itu. Mereka mencari sosok penaruh benda mencurigakan dalam lemari yang kemudian meledak.

Catatan Kompas, ledakan di Jember itu menambah daftar insiden serupa selama Ramadhan. Selasa ini merupakan H-5 dari 1 Syawal 1448 Hijriah jika Lebaran ditetapkan jatuh pada Sabtu (21/3/2026).

Adapun insiden ledakan sebelumnya terjadi Situbondo, Pamekasan, Ponorogo, Kediri, dan Blitar. Seluruh kejadian ledakan itu telah dipastikan bersumber dari petasan. Kendati demikian, dampak meracik bahan peledak membuat petasan berisiko terhadap keselamatan jiwa.

Di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Situbondo, ledakan terjadi pada Rabu (18/2/2026). Insiden mengakibatkan kematian dua jiwa, melukai secara serius lima orang, rumah lokasi ledakan hancur sampai rata dengan tanah, dan merusak belasan rumah warga.

Minggu (1/3/2026) terjadi ledakan di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Dua jiwa melayang dan seorang terluka. Di Kabupaten Pamekasan terjadi dua insiden ledakan petasan. Seorang pemuda terpaksa amputasi salah satu kaki karena kondisi kakinya hancur akibat ledakan petasan di Dusun Selatan, Desa Tlesah, Kecamatan Tlanakan, Minggu (15/3/2026). Kemarin atau Senin, empat warga terluka serius akibat ledakan petasan di Dusun Sajum, Desa Plakpak, Kecamatan Pengantenan.

Ledakan juga terjadi di bagian belakang rumah seorang warga di Dusun Plumpungrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Minggu lalu. Ledakan berasal dari bahan diduga pupuk tetapi sampai mengakibatkan kerusakan dinding dapur rumah. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Selasa dini hari tadi, ledakan petasan terjadi di belakang Mushala Arruba, Dusun Tapan, Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Dari insiden ini, dua pemuda mengalami luka bakar serius.

Baca JugaPetasan Membawa Petaka Saat Ramadhan dan Lebaran di Jawa Timur
Baca JugaTerkait Ledakan di Blitar, Polda Jatim Larang Pembuatan dan Peredaran Petasan Ilegal

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Komisaris Besar Jules Abraham Abast, forum komunikasi pimpinan daerah di setiap kabupaten/kota telah mengingatkan dan melarang masyarakat bermain dengan petasan. Penggunaan petasan kembali marak karena terlanjur menjadi bagian dari aktivitas selama Ramadhan.

”Namun, sudah dipahami bahwa risiko petasan berbahaya dan bisa berdampak fatal,” kata Jules. Petugas gabungan, juga terus patroli dan melarang peredaran petasan untuk mencegah dampak buruk terhadap keselamatan masyarakat.

Namun, peredaran petasan sulit diberantas. Bahan-bahan kimia untuk membuat petasan ternyata ada yang mudah didapat dari membeli bahkan secara dalam jaringan (online). Cara membuat petasan juga amat mudah didapat dari media sosial.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cek Bulog hingga LPG, Wali Kota Kediri: Stok Melimpah, Harga Stabil, Jangan Panic Buying
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Harga Batu Bara di Atas USD130, Pasar Soroti Kebijakan Indonesia dan Risiko Selat Hormuz
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Israel Tutup Masjid Al Aqsa Hingga Idul Fitri dan Seterusnya, Tanda Blokade Permanen?
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Atlet Kickboxing Nasional Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Tempuh Jalur Hukum Demi Keadilan
• 4 jam lalupantau.com
thumb
BGN Hemat Anggaran Rp 5 Triliun karena MBG Disetop Saat Libur Lebaran
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.