Israel Tutup Masjid Al Aqsa Hingga Idul Fitri dan Seterusnya, Tanda Blokade Permanen?

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Media Middle East Eye (MEE) melaporkan, otoritas Israel berencana untuk tetap menutup akses masuk bagi kaum Muslimin ke Masjid Al Aqsa hingga Idul Fitri 1447 H/2026 M. Bahkan, demikian laporan MEE, ada wacana bahwa blokade itu akan terus diberlakukan usai hari raya tersebut hingga waktu yang tak terbatas.

Informasi tersebut disampaikan oleh sejumlah sumber MEE yang mengetahui urusan perihal kompleks peribadahan Muslimin tersebut di Yerusalem Timur. Umat Islam meyakini, Masjid Al Aqsa adalah salah satu tanah suci, di luar Masjidil Haram di Makkah al-Mukarramah dan Masjid Nabawi di Madinah al-Munawwarah---keduanya berlokasi di Arab Saudi.

Baca Juga
  • Minat Tokenisasi Aset Naik, Volume Trading Pengguna Pintu Melonjak 45 Persen
  • Kapolda Papua Tengah Dorong Pengembangan Layanan Gizi untuk Ibu dan Balita di Nabire
  • Mendes Yandri Optimistis Pemudik Bakal Tingkatkan Perputaran Ekonomi di Desa

Otoritas penjajah berdalih, penutupan akses masuk ke Masjid Al Aqsa diterapkan dalam rangka meningkatkan "situasi keamanan" di tengah perang yang terjadi usai aliansi Amerika Serikat-Israel menyerang wilayah Iran pada akhir Februari 2026. Laporan MEE menyebut, pihak Israel telah memberi tahu Dewan Wakaf Islam selaku lembaga yang mengelola situs suci tersebut mengenai keputusan blokade ini.

Penutupan ini seketika menuai kecaman dari warga Palestina, lebih-lebih terjadi pada saat bulan suci Ramadhan. Mereka menilai, blokade tersebut adalah sebuah upaya terbaru Israel dalam memanfaatkan eskalasi konflik di Asia Barat demi memperkuat kendali atas kompleks Masjid Al Aqsa.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

Bagi kaum Yahudi, terutama sayap kanan ekstrem, tanah tempat Masjid Al Aqsa kini adalah lokasi berdirinya Haikal Sulaiman, yang dahulu mengalami dua kali penghancuran; masing-masing oleh bangsa Babilonia di bawah Raja Nebukadnezar dan kemudian oleh bangsa Romawi. Karena itu, para pendukung fanatik zionisme bercita-cita mendirikan "Kuil Ketiga" di atas tanah tersebut.

Pada 1967 silam, Israel mulai merebut wilayah Yerusalem Timur. Ketika itu, untuk pertama kalinya warga Muslim Palestina tidak dapat melaksanakan shalat Jumat di Masjid Al Aqsa selama Ramadhan. Nyaris enam dekade kemudian, kini umat Islam setempat kembali mengalami blokade serupa.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Era Manufaktur Digital, Teknologi 3D Printing Peluang Emas bagi UMKM dan Kreator
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
ASDP Terapkan Operasi Sangat Padat, Arus Bali–Jawa H-6 Lebaran Naik 33,8 Persen
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Cak Imin Minta Kader PKB Tak Terjerumus Korupsi Usai Bupati Cilacap Terjaring OTT KPK
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Profil Simon Grayson, Asisten Pelatih Baru Timnas Indonesia
• 10 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Serahkan Bantuan Presiden, Satgas PRR Aceh Sebut Pembangunan Huntap Dimulai Pascalebaran
• 43 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.