Laba Bersih BOAT Melonjak 73 Persen Ditopang Segmen Sewa Kapal 

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Newport Marine meraup laba bersih USD2,04 juta atau setara Rp34,68 miliar

Laba Bersih BOAT Melonjak 73 Persen Ditopang Segmen Sewa Kapal (Foto: dok BOAT)

IDXChannel -  PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) meraup laba bersih USD2,04 juta atau setara Rp34,68 miliar (kurs Rp17.000 per USD) sepanjang 2025.

Laba tersebut melonjak 73 persen dibandingkan tahun sebelumnya USD1,17 juta yang ditopang oleh peningkatan aktivitas pada lini charter vessel atau sewa kapal.

Baca Juga:
Pefindo Sematkan Peringkat Kredit BBB untuk Newport Marine (BOAT) 

"Pertumbuhan laba bersih pada 2025 terutama didorong oleh peningkatan aktivitas pada lini charter vessel. Hal ini merupakan hasil dari upaya tim pemasaran dalam memperoleh proyekproyek baru sehingga utilisasi armada dapat meningkat," ujar Direktur Utama Newport Marine Sujaya Soekarno Putra dalam keterbukaan informasi, Selasa (17/3/2026).

Seiring dengan pertumbuhan tersebut, margin
laba bersih BOAT meningkat 11,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga:
Raih Perpanjangan Tenor Utang, Newport Marine (BOAT) Siap Ekspansi Bisnis

Dari sisi pendapatan, perseroan meraup USD17,71 juta, atau meningkat sekitar 54 persen dibandingkan 2024 yang sebesar USD11,46 juta. 

Adapun arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat sebesar USD5,03 juta, meningkat dibandingkan USD2,32 juta pada tahun sebelumnya. 

Baca Juga:
Saham BOAT Bergerak di Bidang Apa? Emiten Perkapalan Migas, Intip Lini Bisnisnya

Sujaya menjelaskan, peningkatan ini antara lain didorong oleh pengelolaan arus kas (cash flow management) yang lebih optimal, seiring peningkatan aktivitas operasional serta pengelolaan modal kerja yang lebih disiplin.

“Kami melihat peluang yang masih cukup baik di sektor offshore. Namun demikian, perseroan akan tetap menjalankan strategi ekspansi yang terukur dan disiplin, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi makroekonomi global serta dinamika industri energi," tutur dia.

Sementara itu, jumlah liabilitas turun menjadi USD10,71 juta dari sebelumnya USD12,28 juta. Jumlah aset juga susut dari USD36,25 juta menjadi USD34,19 juta hingga akhir Desember 2025.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wuling Darion Buatan Cikarang Diekspor ke Brunei dan Hong Kong
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Kakorlantas: Polri dan Stakeholder Bekerja Maksimal Pastikan Kelancaran Arus Mudik
• 14 jam laludetik.com
thumb
Untuk Mengurangi Kemacetan! New York Uji Coba Taksi Udara, dari Manhattan ke Bandara Hanya Beberapa Menit
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Zakat Fitri atau Zakat Fitrah? Ini Perbedaan Makna dan Hukumnya
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Roy Suryo Respons Ajakan Diskusi Rismon Sianipar soal Ijazah Jokowi: Saya Kontak, Diblokir
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.