Eropa Kompak Tolak Seruan Trump Kerahkan Angkatan Laut ke Selat Hormuz

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSEL -- Negara-negara Eropa telah menolak seruan Amerika Serikat (AS) untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz dengan menekankan bahwa mereka tidak berniat untuk terlibat secara militer dalam konflik yang meningkat dengan Iran. Hal ini disampaikan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, Senin (16/3/2026), setelah pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels, seraya menekankan bahwa Eropa "tidak tertarik pada perang tanpa akhir."

Kallas menyoroti bahwa Uni Eropa berfokus pada penguatan keamanan maritim tetapi menegaskan bahwa tidak ada keinginan di antara negara-negara anggota untuk memperluas misi saat ini seperti Operasi Aspides di Laut Merah atau memperluasnya ke Selat Hormuz.

Baca Juga
  • Iran Tutup Selat Hormuz: Produksi Minyak Negara-Negara Arab Anjlok Hingga 7 Juta Barel Per Hari
  • Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Bahlil Minta Waktu Negosiasi
  • Hindari Kiamat Energi, Irak Siapkan Jalur Rahasia Ekspor Energi via Turki Hindari Selat Hormuz

"Tidak ada yang ingin secara aktif terlibat dalam perang ini," katanya, mencatat bahwa prioritas blok tersebut tetaplah menjaga kebebasan navigasi dan mengintensifkan upaya diplomatik.

Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyerukan hal yang sama, menggarisbawahi bahwa misi angkatan laut Uni Eropa yang bertugas mengawal kapal dagang dan operasi anti-pembajakan, tidak dirancang untuk beroperasi di Selat Hormuz.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Kami bersedia memperkuat misi-misi ini,” katanya, tetapi saya rasa misi-misi tersebut tidak dapat diperluas hingga mencakup Selat Hormuz.”

Jerman juga menolak mengirim pasukan ke Teluk. Kanselir Friedrich Merz mengatakan bahwa Berlin “tidak akan melakukannya” dan menyerukan solusi politik yang cepat untuk konflik tersebut.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius memperingatkan bahwa pengerahan pasukan di luar wilayah Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan membutuhkan persetujuan hukum dan persetujuan parlemen.

“Ini bukan perang kami; kami tidak memulainya. Kami menginginkan solusi diplomatik dan penyelesaian konflik yang cepat," ujarnya.

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara, Anadolu
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi I DPR: Jabatan Kaster TNI Tak Perlu Dibahas ke Kita
• 8 jam laludetik.com
thumb
Mensesneg Pastikan Anggaran MBG hingga Kopdes Merah Putih Tak Dipangkas Meski Ada Efisiensi
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Danantara Buka Lelang Waste to Energy Tahap Dua, Badan Usaha Nasional Boleh Ikut
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Perang Iran dan Kebingungan Arah Indonesia
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Get The Look: Outfit Lebaran yang Anggun ala Song Hye Kyo
• 7 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.