Psikologis THR: Momen Kebahagiaan atau Sumber Stres?

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Menjelang Hari Raya Idul fitri yang juga merupakan momen puncak dari pelaksanaan ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh, ada satu momen yang senantiasa ditunggu oleh banyak orang, datangnya Tunjangan Hari Raya (THR). Bagi para pekerja baik yang bekerja di sektor Swasta maupun Negara, THR bukan sekadar tambahan penghasilan di luar gaji sebulan, melainkan simbol kebahagiaan menjelang Lebaran. Dengan THR, banyak kebutuhan-kebutuhan seperti membeli pakaian baru, kue-kue kering, bahan-bahan yang akan diolah sebagai santapan lebaran, dan juga berbagi THR kepada sanak saudara terasa lebih ringan untuk dilaksanakan.

Namun di balik momen tersebut, THR juga sering membawa dampak psikologis yang tidak selalu disadari. Perasaan senang karena menerima uang tambahan untuk dibelanjakan menjelang lebaran, justru berubah menjadi tekanan tersendiri.

Secara psikologis, THR memberikan efek kebahagiaan pada diri seseorang saat menerimanya. Ketika seseorang menerima uang di luar gaji bulanan, otak langsung meresponnya sebagai bentuk hadiah. Hal ini memicu rasa bahagia, semangat berbelanja, dan keinginan untuk merayakan momen spesial dengan lebih meriah. Hal ini dapat terlihat dari ramainya toko-toko perbelanjaan menjelang hari raya Idul Fitri.

Namun kebahagiaan itu sering kali bersifat sementara. Setelah perasaan bahagia yang kita rasakan di awal, muncul berbagai pertimbangan lain, seperti kebutuhan keluarga, kewajiban berbagi kepada saudara, hingga ekspektasi sosial untuk merayakan Lebaran dengan layak. Di sinilah THR mulai berubah dari sumber kebahagiaan menjadi potensi stres.

Tekanan sosial di masyarakat menjadi salah satu faktor utama. Sebab, Lebaran identik dengan tradisi memberi, baik kepada orang tua, saudara, anak-anak tetangga, maupun kerabat yang datang berkunjung. Banyak orang merasa perlu menyiapkan amplop THR untuk keponakan, membeli oleh-oleh saat mudik, atau menyediakan jamuan yang lebih meriah di rumah. Tanpa disadari, muncul perasaan "wajib dipenuhi" yang kadang tidak sebanding dengan jumlah THR yang didapat.

Selain itu, ada pula tekanan internal. Sebagian orang merasa THR harus dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai keinginan yang selama ini tertunda. Akibatnya, uang yang seharusnya bisa digunakan secara lebih bijak justru habis dalam waktu singkat. Setelah Lebaran selesai, tidak sedikit yang kemudian merasakan penyesalan atau bahkan kesulitan keuangan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa THR sebenarnya memiliki dua sisi secara psikologi pada diri seseorang, yakni sebagai sumber kebahagiaan sekaligus potensi munculnya stres. Kebahagiaan muncul ketika THR dipandang sebagai rezeki tambahan yang patut disyukuri. Sebaliknya, stres muncul ketika THR dibebani oleh ekspektasi lingkungan sosial dan keinginan konsumtif pribadi yang berlebihan.

Oleh karena itu, penting untuk melihat THR secara lebih bijak. THR tidak harus selalu dihabiskan untuk memenuhi semua tuntutan sosial atau keinginan sesaat. Sebagian bisa digunakan untuk berbagi, sebagian untuk kebutuhan Lebaran, dan sebagian lagi disimpan atau dimanfaatkan untuk kebutuhan jangka panjang setelah lebaran selesai. Allah Swt. berfirman dalam Q.S. Al-Furqon ayat 67, "Dan, orang-orang yang apabila berinfaq tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir. (Infaq mereka) adalah pertengahan antar keduanya".

Pada akhirnya, makna Lebaran tidak diukur dari seberapa banyak uang yang dibelanjakan, tetapi dari kebersamaan, rasa syukur, dan kehangatan yang tercipta baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dengan cara pandang yang lebih seimbang, THR dapat kembali pada tujuan utamanya, menjadi sumber kebahagiaan, bukan sumber tekanan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Candaan Anne Hathaway dan Anna Wintour di Oscar 2026 Hidupkan Nostalgia The Devil Wears Prada
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Menyimak Jalinan Asmara Pasangan Tunagrahita
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Periksa Gus Alex sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji, Susul Eks Menag Yaqut di Tahanan?
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Tradisi Ziarah Jelang Lebaran Jadi Sumber Rezeki Pedagang Bunga di TPU Karet
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Catat! Usai Libur Lebaran, Program MBG Dimulai Lagi 31 Maret 2026
• 9 menit laludisway.id
Berhasil disimpan.