Tradisi Ziarah Jelang Lebaran Jadi Sumber Rezeki Pedagang Bunga di TPU Karet

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di bawah rindangnya pepohonan, sebuah gerobak sederhana berdiri di tepi jalan masuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Pasar Baru Barat, Jakarta Pusat.

Di atas meja gerobak itu, puluhan botol kaca berisi air mawar berjejer rapi.

Di sampingnya, kantong-kantong plastik berisi campuran kelopak bunga merah, putih, dan kuning digantung dan disusun untuk dijual kepada para peziarah yang datang silih berganti.

Berdasarkan pemantauan Kompas.com di TPU Karet Pasar Baru Barat, Senin (16/3/2026), sejumlah pedagang bunga tabur terlihat mulai membuka lapak sejak pagi hari.

Mereka menjajakan bunga tabur, air mawar, hingga perlengkapan ziarah lain di sekitar pintu masuk pemakaman.

Baca juga: Omzet Usaha Laundry Makin Cuan Jelang Lebaran, Tembus Rp 3,5 Juta per Hari

Sebagian bunga tabur dikemas dalam kantong plastik kecil berisi campuran kelopak mawar merah, melati putih, dan kenanga.

Kantong-kantong itu digantung di tiang gerobak maupun disusun di atas meja agar mudah dijangkau pembeli.

Di sisi lain, botol kaca berlabel “Air Mawar” tampak berjajar rapi.

Air tersebut biasanya digunakan peziarah untuk disiramkan ke makam setelah tabur bunga.

Beberapa pedagang juga menyiapkan stok bunga dalam jumlah lebih besar di kantong plastik transparan yang digantung di sisi gerobak.

Kelopak bunga merah dan putih terlihat memenuhi kantong tersebut, menjadi cadangan jika permintaan meningkat.

Di belakang lapak pedagang, deretan makam membentang di area pemakaman yang cukup luas.

Batu nisan berwarna abu-abu dan hitam berdiri rapi di antara rerumputan yang tumbuh di sela-sela makam.

Suasana pemakaman tampak tenang. Sesekali terlihat peziarah berjalan menyusuri jalan setapak di antara makam, membawa kantong bunga tabur di tangan.

“Bunga tabur, Pak… lima ribu saja,” ujar seorang pedagang kepada peziarah yang baru memasuki area pemakaman.

Baca juga: Permintaan Laundry Naik Saat Lebaran Cermin Gaya Hidup Serba Praktis Warga Kota

Tradisi ziarah menjelang Lebaran memang selalu membawa perubahan suasana di kawasan TPU ini.

Aktivitas peziarah meningkat, dan pedagang bunga pun mulai berdatangan untuk memanfaatkan momen tersebut.

Pedagang bunga di TPU

Salah satu pedagang bunga yang masih setia berjualan di TPU Karet Pasar Baru Barat adalah Marsini (78).

Perempuan lansia itu sudah hampir dua dekade menggantungkan penghasilan dari menjual bunga tabur kepada para peziarah.

“Sudah lama sekali, kira-kira hampir 20 tahun saya jualan bunga di sini,” ujar Marsini saat ditemui Kompas.com di lapaknya, Senin.

Ia mengatakan, penjualan bunga biasanya meningkat menjelang Lebaran ketika jumlah peziarah mulai bertambah.

“Ramainya kalau menjelang Lebaran. Biasanya dua sampai tiga hari sebelum Lebaran sudah mulai ramai,” kata dia.

Marsini menjual bunga tabur dalam kantong plastik kecil seharga Rp5.000.

Baca juga: ART Mudik dan Kesibukan Saat Lebaran Bikin Jasa Laundry Laris Manis

Sementara air mawar dalam botol kaca dijual dengan harga yang sama.

Namun saat momen Lebaran, harga air mawar bisa naik karena permintaan meningkat.

Bunga-bunga yang ia jual tidak ditanam sendiri.

Ia membelinya dari pasar bunga, salah satunya di kawasan Rawa Belong, Jakarta Barat.

Menurut Marsini, bunga tabur biasanya terdiri dari campuran kelopak mawar, kenanga, dan pandan.

Jika bunga tidak habis terjual, ia menyimpannya di kulkas agar tidak cepat layu.

“Bunganya tahan sekitar dua sampai tiga hari. Kalau belum habis biasanya saya simpan di kulkas,” ujar dia.

Meskipun sudah berusia 78 tahun, Marsini masih rutin datang berjualan setiap hari dari pagi hingga sore.

“Dari pagi sekitar jam 06.00 sampai sore sekitar jam 18.00,” kata dia.

Penghasilan dari berjualan bunga tidak selalu menentu.

Pada hari biasa di bulan puasa, ia hanya memperoleh sekitar Rp50.000 per hari.

“Kadang dua hari baru laku sekitar Rp60.000,” ujar Marsini.

Baca juga: Lonjakan Cucian Jelang Lebaran Bikin Laundry Kian Sibuk

Meskipun begitu, ia tetap bersyukur karena penghasilan tersebut masih bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Ya begitulah, namanya juga cari rezeki. Kadang untung, kadang tidak,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tegaskan Tanah BUMN Milik Rakyat: Tak Boleh Dijual, Khusus untuk Subsidi
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Titip Anabul di Pet Hotel Saat Mudik, Pemilik Bisa Pantau Lewat Video
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Momen Tak Terduga di Oscar 2026, Leonardo DiCaprio jadi Meme Baru
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Rupiah Naik 20 Poin ke Rp16.977 per USD
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Restrukturisasi BUMN Karya Masuk Tahap Final, Ini Langkah Selanjutnya
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.