Polling kumparan: 51,66% Pembaca Tetap Mudik di Tengah Isu Keterbatasan Stok BBM

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak 51,66 persen atau 561 pembaca kumparan tetap memilih mudik di tengah keterbatasan BBM. Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang dilakukan pada 3 sampai 17 Maret 2026.

Total ada sebanyak 1.086 responden yang menjawab polling ini. Sementara, terdapat 48,34 persen atau 525 responden mengaku tidak mudik pada lebaran 2026 kali ini.

Sebelumnya, ketersediaan BBM nasional tengah terancam imbas perang Iran versus AS-Israel, khususnya karena Selat Hormuz ditutup Iran. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan saat ini cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional cukup untuk 20 hari.

Pernyataan ini diutarakan Bahlil saat akan menghadiri rapat mengenai kondisi terkini geopolitik terkini di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/3).

“(Cadangan BBM) masih cukup, 20 hari,” kata Bahlil di Istana Negara, Senin (2/3).

Sementara itu, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa tanggal arus mudik 2026 akan dibagi menjadi dua gelombang.

"Adapun untuk prediksi arus mudik, diprediksi akan terjadi pada gelombang pertama itu tanggal 14 sampai tanggal 15 Maret 2026. Kemudian gelombang kedua tanggal 18 sampai tanggal 19 Maret 2026," kata Dedi di PTIK, Jakarta, Senin (2/3).

Meski begitu, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memastikan stok BBM di Indonesia aman di tengah konflik Timur Tengah. Listyo menyebut stok BBM di Indonesia masih cukup hingga berbulan bulan.

"Alhamdulillah tentunya sampai dengan beberapa bulan ke depan minyak kita dalam kondisi tetap terjaga. Berkecukupan," ujar Listyo dalam safari Ramadan di Polda Jateng, Senin (16/3).

Listyo mengatakan, konflik Timur Tengah berdampak pada kondisi di dalam negeri seperti harga minyak bumi hingga kenaikan harga bahan pangan.

"Tentunya juga kita selalu menyampaikan dan mengingatkan terkait dengan situasi global yang saat ini sedang kita hadapi yang tentunya ini berimplikasi terhadap kondisi di dalam negeri. Khususnya peristiwa yang terjadi di wilayah Teluk yang berdampak kepada harga-harga minyak tentunya," jelas dia.

Meski begitu, ia menegaskan pemerintah tetap bekerja keras untuk menghadapi dampak perang Timur Tengah ini.

"Namun demikian, tentunya pemerintah berusaha bekerja keras agar di satu sisi perdamaian bisa segera terwujud," tegas dia.

Ia pun meminta masyarakat tidak khawatir terkait dampak dari Timur Tengah baik tentang ketersediaan minyak ataupun bahan pangan di Indonesia.

"Minyak terus dalam kondisi kecukupan demikian juga stok yang terkait dengan masalah pangan kita juga cukup. Sehingga masyarakat tidak usah terlalu panik sehingga malah justru nanti kemudian terjadi panic buying dan tentunya akan berdampak kepada kondisi stok yang sebenarnya dalam kondisi semuanya ada," kata Listyo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menhan Sjafrie Kunjungi Markas Batalyon TP Ksatria Satam Bangka Belitung
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Ketum PSMP Sebut Isu Anton Timbang Jadi Tersangka Tak Terverifikasi, Waspadai Hoaks
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Ekonom Desak Indonesia Ikuti Malaysia Cabut Perjanjian Dagang dengan AS, Ini Dampaknya!
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Perjalanan Malam Pemudik, Penuh Harap Menuju Kampung
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Wagub Jabar Lepas Mudik Gratis Defend ID di Gedung Sate
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.