Dari Dokumentasi Jadi Cuan: Kisah Orangtua Kelola Konten Anak dan Tantangannya

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Momen keseharian keluarga yang dahulu hanya tersimpan di galeri ponsel kini semakin sering dibagikan ke media sosial.

Bagi sebagian orangtua, kebiasaan ini bermula dari keinginan sederhana untuk mendokumentasikan masa kecil anak, namun dalam perkembangannya justru membuka peluang baru, termasuk kerja sama dengan berbagai brand.

Fenomena ini menunjukkan pergeseran fungsi media sosial dari sekadar ruang berbagi menjadi potensi ekonomi berbasis kedekatan emosional dengan audiens.

Salah satu contoh datang dari pasangan orangtua, Brian Andrew Salim (27) dan Nuzulia Muchtari (27), yang mengelola akun konten anak “Arkeen Daily”. Akun tersebut menampilkan aktivitas keseharian anak mereka, Arkeenan Nuzrian Salim (4).

Awalnya, konten yang dibuat hanya berupa dokumentasi sederhana. Namun seiring waktu, konten tersebut menarik perhatian banyak pengguna media sosial dan dilirik oleh berbagai brand.

Baca juga: Cerita Orangtua Melawan Konten “Brainrot” yang Dikonsumsi Anak di Medsos

Dukungan keluarga yang awalnya ragu

Di balik perkembangan akun tersebut, Brian mengungkapkan keluarganya sempat meragukan aktivitas membuat konten bersama anak.

Pada awalnya, sebagian anggota keluarga mempertanyakan manfaat dari kegiatan tersebut, terutama karena melibatkan anak dalam produksi konten digital.

“Awalnya meragukan ya ngapain sih bikin-bikin konten begitu emang ada hasilnya, emang bisa berpenghasilan sama orangtua kan tahunya ya anak jangan dibuat seperti itu lah (menjadi Konten)," kata dia saat ditemui di Bekasi, Minggu (15/3/2026).

Namun, seiring waktu, pandangan tersebut berubah setelah keluarga melihat adanya peluang penghasilan serta kerja sama dengan brand yang memiliki reputasi baik.

"Kami bisa buktikan pas tahu ada penghasilannya mulai banyak brand yang masuk dan brand-brandnya itu bukan brand yang asal masuk aja. Orangtua jadi support juga sih," kata dia.

Seiring meningkatnya jumlah penonton, berbagai brand mulai tertarik bekerja sama dengan akun Arkeen Daily. Brian menilai hal ini dipengaruhi oleh konsep konten yang unik.

Menurut dia, konten anak kecil yang memasak masih relatif jarang ditemukan di media sosial, sehingga memiliki daya tarik tersendiri.

Baca juga: Di Balik Keseruan Ortu Ngonten di Medsos Bersama Anak, Antara Hiburan dan Kenangan

"Masih sedikit nih yang masuk ke situ, anak kecil bisa masak terus juga proper lah ibaratnya. Jadi walaupun kontennya masak, kami pakai untuk bagaimana caranya brand ini tetap bisa masuk di konten tersebut," kata dia.

Dalam praktiknya, mereka juga berupaya menyesuaikan konsep konten dengan produk yang dipromosikan, termasuk menggabungkan elemen cerita agar tetap relevan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Kami bikin masak untuk makanan kucing bikin takjil untuk kucing dibagiin pakai sepeda, jadi pakai sepeda yang dari promosinya itu buat di bagi-bagikan ke kucing-kucing jalanan. Jadi tetap walaupun brand nya enggak sesuai dengan makanan kita tetap bakal menyesuaikan juga sih," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Suku Bunga Acuan Diprediksi Tetap 4,75 Persen di Tengah Tekanan Global
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kontes Bandeng Kawak 2026 di Gresik, Ikan 19 Kg Pecahkan Rekor dan Terjual Seharga Rp50 Juta
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
PBNU Desak Pemerintah Konsisten dalam Penentuan Satu Syawal 1447 H
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
BMRI Siapkan Rp1,17 Triliun untuk Buyback Saham, Segera Minta Restu Investor 29 April 2026
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Sebelum Dibunuh, Sopir Angkot di Cilincing Diduga Sempat Pukul Ayah Pelaku
• 16 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.